Ratusan Aremania Korban Insiden Kanjuruhan Alami Sesak Nafas dan Patah Tulang

  • 2018-04-15 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :852
Ratusan Aremania Korban Insiden Kanjuruhan Alami Sesak Nafas dan Patah Tulang Salah seorang Aremanita yang harus digotong rekan-rekannya untuk mendapatkan perawatan medis saat Stadion Kanjuruhan Chaos, antara Aremania dan petugas keamanan. MInggu malam (15/4). Menyusul ketidak puasan Aremania terhadap kepemimpinan wasit di laga Arema FC melawan Persib Bandung yang berkesudahan 2-2 . (ipunk)

MALANG –Jumlah korban kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Minggu malam ini (15/4) belum bisa dipastikan. Mereka yang luka akibat patah tulang, luka-luka dan tidak sadarkan diri akibat gas air mata petugas, masih dirawat di sejumlah rumah sakit yang tesebar di Kepanjen dan Kota Malang.

Insiden itu berawal dari kekecewaan Aremania terhadap kepemimpinan wasit yang menjadi pengadil laga Arema FC melawan Persib Bandung. Mereka akhirnya masuk ke suntle band dan bahkan ke tengah  lapangan.

Tak hanya itu, sebagian yang melakukan lempar-lempar, membuat petugas keamanan bersikap represif. Aremania pun di halau ke tribun.

 Bahkan, saat itu petugas menggunakan  gas air mata.

Hal itu membuat Aremania yang tercatat di Panpel sekitar 41 ribu itu, bubar dan lari semburat. Konsi ini membuat mereka berdesak-desakan keluar stadion. Hingga akhirnya banyak yang jatuh dan terinjak-injak. Sejauh ini belum ada laporan meninggal dunia.

"Selain ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen, korban ada yang dilarikan ke RS Wava Husada Kepanjen dan RSSA Malang, karena di RSUD Kanjuruhan tidak menampung," ungkap salah satu petugas medis. 

Di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, ada puluhan korban yang dilarikan ke rumah sakit milik Pemkab Malang ini. Kebanyakan mereka tak sadarkan diri dan sesak nafas. Bahkan ada yang sampai kejang-kejang. 

Perawat dan dokter jaga sampai angkat tangan karena banyaknya korban. Apalagi, Aremania dan Aremanita yang merupakan teman-teman korban juga banyak yang masuk ke ruang UGD. Petugas medis pun menjadi sangat terganggu.

"Apa mau ditangani sendiri, kalau disuruh keluar tidak mau. Tolong yang jaga satu saja, yang lainnya keluar," teriak salah satu petugas medis karena sudah kewalahan dengan teman-teman korban yang masuk ke ruang UGD. 

Bukan hanya di RSUD Kepanjen yang jaraknya kurang dari satu kilo dari Stadion yang kuwalahan.  Ruang UGD RSSA Malang yang jaraknya sekitar 18 kilometer, sudah seperti pasar. 

Selain ruangan dipenuhi banyak korban, teman-teman Aremania dan Aremanita juga keluar masuk ruangan. Mereka juga bergerombol di dalam dan luar UGD. 

Kebanyakan korban mengalami sesak nafas. Dada mereka terasa sakit. Kedua matanya juga perih. Sebagian ada yang luka terkilir pada kaki dan tangan  karena terinjak-injak oleh temannya sendiri. 

"Ini karena gas air mata yang ditembakkan Polisi. Karena gas air mata itu mengakibatkan mata perih dan sesak nafas," ungkap salah satu korban. 

Selain korban Aremania dan Aremanita yang mengalami sesak nafas akibat gas air mata, seorang anggota

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga