Panpel Arema Minta Maaf, Kapolres Menyebut Ricuh Dipicu Salah Paham

  • 2018-04-16
  • Editor :junaedi
  • dibaca :824
Panpel Arema Minta Maaf, Kapolres Menyebut Ricuh Dipicu Salah Paham Ricuh suporter di Stadion Kanjuruhan semalam menjadikan pertandingan Arema lawan Persib berhenti tanpa peluit wasit

MALANG– Ketua Panpel Arema, Abdul Harris menyampaikan permohonan maaf atas kejadian di Stadion Semalam. Yang menjadi konsentrasi Panpel sekarang ini adalah mulai dari evakuasi sampai pengobatan korban.

"Kami lakukan evaluasi, menghubungi rumah sakit, ambulance dan medis. Ini sebagai bentuk tanggung jawab Panpel," katanya.

Hingga pagi ini, jumlah korban insiden Stadion Kanjuruhan di laga Arema lawan Persib di Liga 1 itu belum terinci. Ini lantaran korban dirawaat di sejumlah rumah sakit.

Harris pun belum bisa berkomentara banyak lantaan masih konsentrasi untuk membantu para suporter setiap Arema.

Sementara Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menyebut

kericuhan antara Aremania dan pihak keamanan di laga antara Arema FC kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/5) karena salah paham.

"Awalnya, kecewa dengan kepemimpinan wasit. Terutama, setelah kartu merah, keputusan ini membuat Aremania kecewa. Beberapa suporter merangsek ke lapangan," katanya.

Setelah itu sejumlah Aremania diamankan oleh keamanan internal Arema FC atau Match Steward. Tetapi, itu justru memicu emosi Aremania. Solidaritas suporter tim berjuluk Singo Edan makin menjadi.

Mereka meminta oknum Aremania yang diamankan segera dilepaskan. Bentrok dengan Match Steward tidak terhindarkan. Korban luka-luka berjatuhan dari Aremania dan Match Steward. Aremania terus mengejar Match Steward hingga berlarian berlindung ke ruang official.

"Pengamanan pertama yang menghalangi Aremania itu dari sekuriti internal. Mereka salah paham, keamanan kita ambil alih karena kewajiban kita memberi pengamanan," ucap Yade Setiawan.

Yade menyebut personel keamanan yang diturunkan berjumlah 1.375 terdiri dari keamanan internal, polisi dan TNI. Tim Persib Bandung diangkut menggunakan empat kendaraan Baracuda menuju hotel.

Kericuhan ini membuat ratusan Aremania terluka dan pingsan. Mereka menjadi korban gas air mata. Tim medis yang disediakan tidak bisa menangani hingga dilarikan di sejumlah rumah sakit yang ada di kabupaten dan kota Malang.
 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga