WR1 UIN, Zainuddin Merasa Didzolimi

WR1 UIN, Zainuddin Merasa Didzolimi KLARIFIKASI: Jajaran rekttorat UIN Maliki.mengklarifikasi kasus plagiat akhir.minggu kemarin

MALANG- Pembantu Rektor (PR) 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang, Dr M Zainuddin akhirnya angkat bicara terkait laporan plagiat yang dilayangkan Ketua Forum Independen Masyarakat Malang Raya (FIMM), Subaryo SH. Dia mengaku didzolimi atas peristiwa tersebut, karena sudah meminta maaf kepada mantan Rektor UIN, Prof Imam Suprayogo.

Ia menjelaskan, buku Paradigma Pendidikan Terpadu: Menyiapkan Generasi Ulul Albab diterbitkan pertama kali oleh UIN Press pada 2008. "Saya masih menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik di Fakultas Tarbiyah waktu itu," terangnya.

Dalam buku itu, pada Bab V, dia memasukkan tulisan Prof Imam Suprayogo dari makalah yang ditulis dari naskah yang diedit dalam buku berjudul Horizon Baru Pengembangan Pendidikan Islam yang terbit pada 2004.

Pada Bab V itu diberi judul Pendidikan Terpadu Mazhab UIN Malang dengan catatan kaki bertuliskan: “Naskah pada bab ini diadaptasi dari konsep integrasi ilmu dan agama yang ditulis oleh Prof Imam Suprayogo Rektor UIN Malang”.

"Karena adaptasi, tentu itu saya maknai sebagai pandangan umum (grand ideas) beliau terkait dengan konsep integrasi ilmu dan ilmu dimaksud,” ungkapnya. Ia.mengaku tidak ada nama Prof Imam Suprayogo dalam daftar pustaka karena sudah dimasukkan ke dalam buku berjudul Horizon Baru Pengembangan Pendidikan Islam yang diterbitkan UIN Press pada 2004.

Akhir 2016, mulai muncul pemberitaan mengenai plagiasi. Zainuddin langsung melakukan klarifikasi kepada Imam. Ternyata Imam malah marah-marah dan mengucapkan macam-macam perkataan yang tidak pantas didengar. “Saya akhirnya meminta maaf secara lisan  dan tertulis, semua itu saya lakukan demi kemaslahatan,” lanjutnya.

Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abd Haris, mengaku menyesali ada laporan polisi tertanggal 5 Januari 2018 lalu. Menurutnya hal

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga