Arema Tanggung Biaya Seluruh Korban Insiden Kanjuruhan, Tujuh Orang masih Dirawat

  • 2018-04-16 penulis : nugroho
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1586
Arema Tanggung Biaya Seluruh Korban Insiden Kanjuruhan, Tujuh Orang masih Dirawat Pagar pembatas yang jebol di Stadion Kanjuruhan akibat kerusuhan suporter saat laga arema FC melawan Persib, Minggu (15/4)

MALANG-Korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4) disebutkan mencapai 215 orang lebih. Hingga Senin (16/4) sebagian besar sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.

Namun demikian masih ada tujuh orang yang harus menjalani perawatan lanjutan di tiga rumah sakit. Yakni empat orang di RS Wava Husada, Kepanjen. Dua orang di RSUD Kepanjen dan satu orang di RSSA Malang.

Dari ke tujuh orang itu, korban yang dirawat di RSSA Malang yang kondisinya cukup parah. Ia adalah Nouval, Aremania asal Tulungagung. Dia mengalami gegar otak dan oleh pengurus Arema FC telah dirujuk ke RSSA Malang dan dirawat di ruang Melati VIP 312.

Salah satu korban yang sampai saat ini masih dirawat di  RS Wafa Husada Kepanjen.

Seluruh korban kerusahan itu telah dicaver semuanya oleh pengurus Arema. Termasuk Nouval yang harus mendapatkan intensif di RSSA Malang.

‘’Manajemen menanggung seluruhnya biaya pengobatan dan perawatan untuk  Aremania yang menjadi korban musibah ini,’’ tegas Pembina Arema FC Ir.Agoes Soerjanto.

Menurutnya, sebagai bentuk tanggung jawab,manajemen Arema FC, langsung membuka Posko Pengaduan di Kantor Arema FC  di Jalan Mayjen Panjaitan (Betek) Kota Malang dan Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

Kondisi LED Board milik Arema FC yang juga rusak pasca-akibat rusuh suporter Minggu (15/4).

Posko Pengaduan diprioritaskan menerima informasi korban luka-luka atau gangguan yang dialami akibat bentrokan fisik. Laporan ini penting untuk terus melakukan pendataan sehingga setiap saat dapat diketahui jumlah korban yang masih dirawat di rumah sakit. Serta  kondisi terbaru seluruh korban.


Agoes yang didampingi ketua panpel Arema FC Abd Haris dan media

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga