Aremania: Kami Ingin Kejelasan, Menang dan Hentikan Kekerasan kepada Suporter

Aremania: Kami Ingin Kejelasan, Menang dan Hentikan Kekerasan kepada Suporter Ratusan Aremania datangani Kantor Arema FC, minta kejelasan rusuh di stadion dan minta stop kekerasan kepada suporter.(firman)

MALANG- Ratusan Aremania Jumat (20/4) siang tadi ngluruk kantor Arema di Jalan Mayjen Panjahitan, Malang. Mereka meminta kejelasan dan klarifikasi ikhwal ricuh di Stadion Kanjuruhan hari Minggu (15/4).

“Kita ini aksi damai untuk mendapat klarifikasi dari pihak manajemen soal kerusuhan di Kanjuruhan. Aremania juga ingin menyampaikan unek-uneknya pada manajemen dengan cara yang baik dan santun,'' kata Andik Koreng, salah seorang Aremania.

''Kita tidak mau aksi ini menganggu masyarakat makanya kita koordinasi dengan nawak-nawak semua untuk menjaga ketertiban,” tuturnya

Sebelumnya, Aremania mereka berkumpul di belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati Kota Malang. Mereka pun

dari titik kumpul itu berjalan kaki sekitar 500 meter ke kantor Arema.

Andik pun menyebutkan apa yang dilakukan itu bukan demo. Namun untuk urun rembug ke manajemen Arema untuk mencari solusi pasca-rusuh di stadion itu.

Nampak di aksi itu sejumlah Dedengkot Aremania. Seperti Yuli Sumpil, Andik Koreng, Udin Muharto dan Nawi. Mereka menyanyikan chants-chants Aremania selama perjalanan dari TMP menuju Kantor Arema.

Sesampainya di Kantor Arema, mereka diterima media officer Arema, Sudarmaji. Sekitar 30 orang Aremania pun disilahkan masuk kantor. Sedangkan yang lainnya menunggu diluar kantor sembari mendengarkan rembukan manajemen dan perwakilan Aremania.

Ternyata dalam ajang rembug itu, tumpuk pimpinan Arema FC lengkap menerima mereka. Di antaranya Pembina Arema, Agus Soerjanto, CEO Arema, Iwan Budianto, General Manajer Arema Rudi Widodo, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Arema, Abdul Haris, dan Wakapolres Malang, Kompol Decky Hermansyah.

Banyak hal yang disampaikan Aremania dalam forum itu. Mulai dari kesiapan Panpel, penggunaan jasa Steward, gas air mata oleh petugas sampai izin pertandingan Arema selanjutnya.

Setelah hampir dua jam mereka berdialog, acara itu ditutup dengan doa dan jajaran manajemen yang segera menemui Aremania di luar kantor. Lagu-lagu Aremania sempat didengungkan oleh Yuli Sumpil selaku dirigen Aremania.

Di luar sempat nampak spanduk bertuliskan “Kami ingin menang” dan “Hentikan kekerasan pada supporter”.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga