Beda Pahlawan dan Jagoan di Udara

  • 2018-04-23
  • Editor :junaedi
  • dibaca :337
Beda Pahlawan dan Jagoan di Udara Foto reuters

Catatan Dahlan Iskan

Saya dapat tempat duduk di dekat jendela. Saat terbang dari Hongkong menuju Dallas, Texas. Jumat lalu.

Ingatan saya langsung pada wanita itu. Yang kesedot ke luar jendela. Saat kaca jendela pesawatnya lepas. Di ketinggian 30.000 kaki. Yang terbang dari New York ke Dallas. Selasa lalu.

Saya pandangi jendela di sebelah saya. Saya ukur besarnya jendela itu. Dengan mata saya. Ternyata cukup besar. Kalau saja saya yang tersedot saat itu. Pastilah seluruh badan saya sudah lepas dan terbang. Melayang. Ke udara yang nyaris tanpa oxygen. Di ketinggian 30.000 kaki.

Mungkin wanita yang

kesedot itu badannya besar. Wanita Amerika. Dari Texas pula. Sehingga mula-mula hanya kepalanya yang tersedot ke luar jendela. Ketahan bahunya.

Mungkin bahunya tidak cukup lebar. Sehingga lolos pula ke luar jendela. Sampai pinggang. Separo badannya berkibar-kibar di luar pesawat. Sampai batas pinggang. Terpontang-panting tertekan angin. Di kecepatan pesawat sekitar 650 km/jam. Separo lagi masih tetap di dalam pesawat. Dari pinggang sampai kaki.

Mungkin pinggulnya cukup besar. Tidak bisa lolos dari ukuran jendela.

Saat itu tabung oxygen serentak bergelayutan. Di atas masing-masing penumpang. Yang berjumlah 144 orang.

Penumpang masih kaget. Akibat bunyi ledakan keras. Dari arah mesin. Lalu pada mengenakan tabung oxygen itu. Untuk tetap bisa bernafas.

Sebagian penumpang sempat ambil gambar. Menggunakan hand phone. Tersiarlah foto penumpang yang mengenakan tabung oxygen. Yang ternyata, saya lihat di foto, banyak yang salah. Biar pun mereka orang Amerika.

Tabung itu hanya ditutupkan pada mulut. Tidak sampai ke hidung. Seperti yang biasa diperagakan oleh pramugari.

Saya penasaran memperkirakan waktu. Berapa menit separo badan wanita itu berada di luar pesawat.

Sampai ada seorang penumpang bertopi cowboy-Texas menarik kakinya. Sehingga wanita tersebut tidak terlempar ke luar.

Adakah wanita itu tertahan karena pinggulnya besar. Atau karena ditahan oleh si Cowboy. Atau karena ketinggian pesawat sudah turun drastis. Sehingga tekanan sedotannya tidak sekuat pada ketinggian 30.000 kaki.

Pilot pesawat tersebut wanita. Umur 56 tahun. Mantan pilot pesawat tempur. Angkatan udara. Digelari bersyaraf baja. Bisa mengendalikan pesawat dengan tenang.

Dengan hanya satu mesin. Berhasil melakukan pendaratan darurat. Di bandara internasional Philadelphia. Baru 20 menit dari New York. Dari semestinya 4 jam ke Dallas.

Saat pesawat mendarat badan wanita itu sudah berhasil ditarik sepenuhnya. Sudah utuh berada di dalam pesawat.

Penumpang yang kebetulan perawat menanganinya. Meninggal: seorang eksekutif bank. Ibu dua anak.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga