Sengketa Unikama kembali Memanas Dua Kelompok Berseteru Cheos, Satu Luka Satu Diamankan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Sengketa Unikama kembali Memanas Dua Kelompok Berseteru Cheos, Satu Luka Satu Diamankan

  • 2018-04-30 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :7174
Sengketa Unikama kembali Memanas Dua Kelompok Berseteru Cheos, Satu Luka Satu Diamankan Konflik Unikama memanas. Dua kelompok massa bentrok dan harus diredam oleh Polres Makota, Senin (30/4).(dicky)

MALANG – Konflik Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kembali meruncing. Konflik yang berkepanjangan antar-pengurusnya dari Soedja’i dan Christea Frisdiantara, terlibat bersitegang di halaman kampus di Jalan S Supriadi, Sukun, Malang. Akibatnya, pintu kaca kampus ini pecah karena ditanham.

Dari keterangan di lapangan, dua kelompok massa yang berseteru itu sama-sama datang ke kampus sekitar pukul 05.00. Kelompok itu lalu merangsek masuk ke dalam halaman depan kampus, serta menggoyang-goyang pagar. Tak lama, sekelompok lain datang dan menghentikan aksi perusakan pagar.

Suasana panas tak terhindarkan. Dua kelompok ini adu mulut, sebelum akhirnya ada seseorang yang tersulut emosi dan baku hantam. Aksi lempar botol, lempar batu serta adu pukul sempat terjadi.

Bahkan, seorang pria terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Setelah itu, kelompok massa dari kubu Soedja’i berupaya masuk ke dalam gedung PPLP PT PGRI yang dikuasai kelompok massa Christea.

Ketengan itu membuat seorang pria bernama Apriyanto, memecahkan kaca pintu depan kampus. Aksi ini memicu amarah. Sehingga, Petugas Resmob Polres Makota mengamankan Apriyanto ke Polres Makota.

Kapolsekta Sukun, Kompol Anang Tri Hananta membenarkan polisi mengamankan seorang pelaku yang memecahkan kaca depan gedung PPLP PT PGRI.

“Kami amankan pelaku, karena untuk membuat suasana kondusif,” tuturnya.  

Setelah itu kelompok yang berhadapan itu mereda sebelum membubarkan diri siang menjelang sore. Aksi kelompok massa Cristea yang menguasai gedung PPLP PT PGRI, terjadi karena disinyalir untuk menghentikan upaya pelaksanaan wisuda oleh kubu Soedja’i.

Waka PPLP PT PGRI versi Christea Frisdiantara, Slamet Riyadi menyayangkan sikap kubu Soedja’i dan Pieter Sahertian yang memaksakan menggelar wisuda pada 5 Mei 2018.

“Itu konyol karena bila wisuda dilakukan, Kemenristekdikti akan mencabut izin operasional Unikama,” jelas Slamet.

Sementara di kubu Soedja’i, yakni Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian menegaskan wisuda dilakukan untuk para mahasiswa yang sudah yudisium tanggal 25 Februari 2018. Pada tanggal itu, sanksi dari


BERITA TERKAIT