Serba Gratis, Mahasiswa UMM Garap Film Cerita Pendek Jangan Golput

  • 2018-05-03penulis : Ira Ravika
  • Editor :junaedi
  • dibaca :478
Serba Gratis, Mahasiswa UMM Garap Film Cerita Pendek Jangan Golput Syuting film pendek berjudul Pulang! Karya PH Slash Picture, di kawasan Kayutangan, Kota Malang. (ira rafika)

MALANG – Sosialisasi  Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tak hanya dilakukan pemerintah. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi,  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM melakukan sosialisasi Pilpres melalui film pendek yang berjudul ’Pulang!’.

Sedikitnya 21 mahasiswa tergabung dalam PH Slash Picture, mengajak masyarakat untuk mensukseskan pesta demokrasi dengan menyalurkan suaranya pada Pilpres 2019 mendatang. Filp pendek itu masih dalam proses pengerjaan.

”Sekarang masih proses pengambilan gambar. Doakan semuanya lancar, sehingga film pendek ini juga dapat dinikmati oleh masyarakat luas,’’ kata sutradara film Pulang!, Tito Sauqi Ramadhan, Kamis (3/5).
 
Film yang bekerjasama dengan

Malang Post ini, menceritakan kehidupan seorang mahasiswa bernama Nathan (Pratama Viadi) yang juga memiliki hobi fotografi. Dia hidup dengan sang ayah di sebuah rumah. Ia juga mengalami banyak pelajaran hidup sampai dia harus menggunakan hak suaranya untuk menentukan masa depan bangsa dalam Pilpres.

”Pesan dalam film ini adalah mensukseskan pesta demokrasi dan tidak menjadi Golput. Masyarakat yang sudah memiliki hak suara diharapkan menyalurkan suaranya, memilih calon sesuai hati nurani,’’ ungkapnya.

Dikatakan, film pendek ini akan tayang selama 2,5 menit. ”Pengambilan gambar dilakukan dua hari, sejak Rabu (2/5) dan hari ini.Setelah pengambilan gambar kemudian proses screening, dan editing,’’ terangnya.

Pengambilan gambar film pendek ini dilakukan di beberapa tempat, di antaranya di Perumahan Permata Jingga, yang menjadi rumah Nathan, di Jalan Kayutangan, dan di Jalan Gatot Subroto. Tiga tempat ini sengaja dipilih karena menunjukkan identitas Kota Malang.  

”Pilihan kami mengambil gambar di kawasan Kayutangan ini sebagai identitas Kota Malang,’’ tambah Tito.

Sementara sang Produser film, Aldea Febrina Wiana mengaku tidak pembuatan film tidak banyak. Sejak awal syuting hingga selesai, perkirakan biaya produksinya hanya Rp 2 juta saja.

”Gak banyak kok, sekitar Rp 2 juta,’’ katanya.

Dea, panggilan akrabnya menyebut film ini dibuat tak banyak kendala yang berarti. Termasuk memilih pemeran dalam film ini.

”Pemilihan pemeran ini dilakukan dengan casting. Tapi begitu, casting kami mengatakan jika dalam film ini tak ada imbalan,’’ katanya seraya bersyukur para talent yang direkrutnya juga tak keberatan tanpa bayar alias gratisan.

”Justru yang susah saat memilih pemeran sebagai pemumpang bus. Karena di bus itu, tak hanya orang muda saja penumpangnya. Tapi juga ada anak-anak, hingga orang dewasa dan orang tua. Tapi alhamdulillah kami dapat,’’ tandasnya.

Sementara saat proses pengambilan gambar di kawasan Kayutangan kemarin, berjalan lancar.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga