Waspada! Begal Kejam Berkeliaran, Siswi SMP Ditendang Motor dan HPnya Digondol

  • 2018-05-12 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1909
Waspada! Begal Kejam Berkeliaran, Siswi SMP Ditendang Motor dan HPnya Digondol Nabila, siswi SMPN 12 , saat diwarat di rumah sakit, setelah menjadi korban keganasan begal motor.(fino)

MALANG – Waspada! Begal motor kian mengganas di Kota Malang. Seorang remaja putri, Nabila, 14, siswi SMPN 12 Malang, menjadi korbannya. Mirisnya, ia ditendang pelaku di bagian wajahnya. Akibatnya, bibirnya bengkak dan mengeluarkan darah. Motor, uang dan hape kesayanganya dirampas pelaku.

Nabila yang ditolong warga setelah kejadian itu dilarikan ke RS Aisyiah. Peristiwa ini terjadi Jumat (11/5) sekitar pukul 18.30 WIB. Nabila sendirian hendak pulang ke rumahnya di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Saat di perjalanan, tepatnya di kawasan Jalan Raya Tlogowaru Arjowinangun Kedungkandang, motornya dipepet pegendara motor Honda Beat warna putih.Pelakunya dua orang yang berboncengan.

Setelah menghentikan korban, salah satu pelaku menendang Nabila. Saat itu ia jatuh dari motornya. Tanpa banyak kata, para pelaku segera mengambil sepeda motor, uang beserta hape yang terletak di dalam dompet korban. Nabila sempat berteriak maling. Namun lantaran jalanan sepi, tidak ada warga yang membantu.


Disebutkan pelaku saat itu melarikan diri ke arah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Setelah ada warga yang melintas di jalan itu, Nabila segera ditolong. Ia pun segera menghubungi ayahnya. Korban dilarikan ke RS Aisyiyah Jalan Sulawesi.

Menurut Nofian, ayah korban, kondisi anaknya sehat-sehat saja. “Hanya luka lebam di bibir karena ditendang pelaku,” kata Nofian.

Entah mengapa, Nofian tidak melaporkan kejadian ini. Ia hanya melaporkan akan kehilangan telepon seluler putrinya. Itu lantaran di HP itu ada materi ujian Nabila. Laporan kehilangan ini akan diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bukti hape Nabila telah hilang dan tidak mengada-ada.

“Keluarga ikhlaskan apa yang telah diambil oleh pelaku. Yang penting keluarga saya selamat. Kami hanya laporan kehilangan handphone anak saya, materi ujiannya ada di dalam handphone tersebut, buat laporan ke pihak sekolah,” tuturnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menyayangkan keluarga tidak segera melaporkan kejadian ini. Meski begitu pihaknya

Berita Terkait

Baca Juga