Ini Salah Satu Korban Bom yang Disemayamkan di Malang

  • 2018-05-14 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :390
Ini Salah Satu Korban Bom yang Disemayamkan di Malang Keponakan korban Maria Hamdani bersama peti mati jenazah tantenya Mayawati di Yayasan Gotong Royong Jalan Tenaga.

MALANG - Satu korban bom di gereja katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya disemayamkan Yayasan Gotong Royong, Jalan Tenaga Kota Malang, Senin (14/5). Dia adalah Mayawati, 82. Jenazahnya yang diserahkan Polda Jatim, langsung di kirim ke tempat persemayanan ini.

Jenazah korban di baga ke Malang lantaran ia memiliki memiliki sanak famili di Jalan Prigen,Kota Malang. Jenazah Mayawati yang ditempatkan di dalam peti berwarna putih tiba di Malang sekitar pukul 14.25 WIB. Sopir ambulans jenazah, Faad menjelaskan bahwa jenazah berangkat dari Polda Jatim sekitar pukul 13.00 WIB.

“Jenazah berangkat jam 1 siang,

setelah itu sampai di Malang jam 14.25. Sebenarnya mobil ambulans diiringi rombongan mobil keluarga. Tapi, karena macet, rombongan tertinggal, ambulansnya datang duluan,” kata Faad kepada wartawan sore kemarin.

Sekitar pukul 14.58 WIB, pihak keluarga tiba di Yayasan Gotong Royong. Foto jenazah korban bom ini segera dipasang di depan peti mati. Rencananya, jenazah disemayamkan di Yayasan Gotong Royong hingga Selasa 14 Mei 2018.

Maria Hamdani, 45, keponakan korban menjelaskan, Mayawati selama ini selalu tinggal di Ngagel Surabaya.

“Tante saya ini tinggal sendirian, karena dia tidak menikah dan tidak memiliki anak, dia ada rumah tapi gak mau nempati, dia memilih tinggal ngekos. Kebetulan, hari Minggu, dia SMS ke saya jam 4 pagi untuk berangkat ke gereja naik taksi, dia selalu sendirian jika ke gereja,” kata Maria.

Pagi hari sekitar pukul 07.15 WIB, dia mendengar ada peristiwa bom di gereja tempat korban biasa beribadah. Dia langsung mengirim SMS kepada tantenya tapi tak ada jawaban. Dia juga menelepon dan tak tersambung. Maria mengaku tak menyangka jika tantenya pada akhirnya menjadi korban.

Ia mengetahu mulai tidak tenang setelah melihat dari video ada sesosok korban yang mirip tantenya.

 “Saya buka video itu dan lihat kok mirip, saya langsung ndredeg karena sampai jam 12 tante belum pulang ke kos,” kata Maria.

Setelah itu, Maria pun langsung mencari tantenya ke berbagai rumah sakit. Sekitar pukul 12.30 WIB, dia menemukan tantenya dirawat dan baru saja dioperasi di UGD Dr Sutomo Surabaya. Menurutnya, tantenya saat masih hidup

“Tante meninggal jam 7 malam, dan jenazahnya dipindahkan ke RS Bhayangkara jam 10 malam,” terangnya.

Menurutnya tantenya memang terkategori mengalami luka parah dalam peristiwa ini. Tulang dadanya menusuk paru-paru. Kedua tangannya hancur, sedangkan kaki kanannya hampir putus.

Maria menyebut tantenya ini merupakan

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga