Korupsi di VEDC P-21, Kejaksaan Tahan Empat Orang Pejabatnya dan Satu Rekanan

  • 2018-05-17 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :435
Korupsi di VEDC P-21, Kejaksaan Tahan Empat Orang Pejabatnya dan Satu Rekanan Kasi Pidsus Kejari Malang Rahmat Wahyu saat memeriksa berkas kasus korupsi VEDC. Lima orang diduga terlibat dan sudah ditahan sebagai tahanan Kejari.(fino)

MALANG - Kejaksaan Negeri Malang menetapkan lima orang tersangka kasus korupsi di lembaga pendididkan VEDC Malang di jebloskan ke LP Lowokwaru. Menyusul pelimpahan berkasnya dari kepolisian yang dinyatakan P-21 alias lengkap.

Ke Lima orang tersangka itu kini sudah menghuni LP Lowoksaru dengan status tahanan titipkan Kejaksaan. 

“Para tersangka kini dititipkan di LP Lowokwaru. Ini dilakukan, untuk memudahkan penyidikan lanjutan kita,” Kajari Kota Malang, Amran Lakoni, Kamis (17/5).

Para tersangja ini terjerat dugaan kasus korupsi pengadaan modul pelatihan guru K-13 untuk SD, SMP, SMA/SMK pada tahun 2015 lalu. Proyek yang anggaran Rp 1,053 miliar

itu tidak melalui proses lelang. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp 312 juta.

Dari  lima orang tersangka itu, kata Amran empat orang orang dari internal di lembaga pendidikan yang kini namanya menjadi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronika (PPPPTK) BOE Malang ini. Sedangkan satu orang lagi adalah dari pihak ke tiga.

Amran yang didampingi Kasi Pidsus Rahmat Wahyu,  menyebutkan lima orang tersangka itu berinisal S, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). SS, yang berperan menjadi panitia pengadaan. IKB,  tim teknis dan AA penerima pekerjaan serta rekanan pihak ketiga MK. 

Menurut Amran,  penahanan ke lima orang itu memiliki dasar kuat. Yaitu berkas P21 yang telah dilimpahkan dari Polres Makota kepada Kejari Malang. Dengan kata lain, berkas kasus dugaan korupsi VEDC telah dinyatakan sempurna dan kini memasuki ranah Kejari Malang.(fin)
 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga