Ada Bayi Dikubur di Tanah Milik Fakultas Peternakan Unisma

Ada Bayi Dikubur di Tanah Milik Fakultas Peternakan Unisma TKP tempat penemuan bayi yang sudah dikubur oleh pelakunya. (amanda)

MALANG- Jasad bayi perempuan ditemukan warga dikubur di lahan teaching farm milik Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (Unisma) di Dusun Jengglong, Desa Tegalweru, Dau, Kabupaten Malang.
Kasus ini pun segera ditangani Kepolisian, sedangkan bayi malang yang diduga hasil aborsi itu, segera dikirim rumah sakit Saiful Anwar Malang, untuk penyelidikan.

Ketetangan di TKP, penemuan mayat bayi malang ini, terjadi Sabtu (19/5) pukul 15.00. Sebelumnya, Jumani, 52, warga sekitar usai memberi makan sapi di peternakan itu pukul 10.00 berjalan kaki pulang. Ia melihat ada bagian tanah yang menyebul. 

“Di pojokan, saya lihat ada gundukan

tanah. Saya dekati dan saya duduk di sebelahnya sambil istirahat sebentar. Waktu itu belum berpikiran apa-apa,”  katanya kepada Kepala Dusun Jengglong, Mulyono dan Babinsa Tegalweru, Pelda Andi Karuniawan. 

Setelah itu ia perjalanannya pulang.  Namun, di tengah mengurus sawah, ia merasa penasaran terhadap gundukan tanah yang ditemuinya di bawah pohon kelapa itu. 

“Saya kepikiran saja. Rasanya ingin balik ke tegalan tadi,” terang dia lagi.

Jumani segera kembali ke peternakan tersebut. Tiba di sana, dilihatnya Lukman, Choirul dan Luthfi, tiga mahasiswa Unisma yang menetap untuk menjaga peternakan tersebut sudah bangun tidur. “Saya dekati mereka,” tambahnya. 

Kepada ketiga mahasiswa yang rata-rata berusia 20 tahun itu, Jumani menanyakan apakah mereka memiliki hewan peliharaan seperti ayam atau bebek yang mati. Stelah dijawab tidak ada, Jemani menceritakan kecurigaan atas tanah yang menyembul.

Merasa penasaran, sekitar pukul 15.00, mereka lalu membongkar gundukan tanah tersebut. “Saya minta kepada tiga mahasiswa tersebut untuk menghubungi Pak Toyib, dosennya. Saya juga minta izin untuk membongkar tanah itu,” kata dia.

Setelah mendapat izin, Jumani membongkar gundukan tanah yang dalamnya sekitar 40 cm tersebut. Setelah hampir separuh kerukan, Jumani yang mengeruk menggunakan tangan kosong, menemukan kain kerudung berwarna putih. 

“Perasaan saya langsung tidak enak,” ujarnya.

Dia pun meneruskan menggali tanah itu. Jumani dan ketiga mahasiswa kaget stelah menemukan jasad bayi, mereka segera melapor ke perangkat desa dan pihak berwajib. (tea/mar)
 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga