Kenangan Mengharu di Pemakaman Evan dan Nathael, Bocah Korban Bom Surabaya

  • 2018-05-21
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1014
Kenangan Mengharu di Pemakaman Evan dan Nathael, Bocah Korban Bom Surabaya Wenny Angelina (diatas kursi roda), ibu Nathan dan Evan saat menghadiri prosesi pemakaman kedua anaknya, MInggu (20/5).(dok.radar bromo)

SURABAYA-Dua bocah korban bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya, dimakamkan di Dusun Sengkan, Desa/Kecamatan Sukorejo, Kabupten Pasuruhan, Minggu (20/5).

Suasana haru dan isak tangis, mengiringi pemakaman kakak beradik Vincentius Evan Hudoyono, 11, dan Nathael Ethan Hudoyono, 8. Ratusan pelayat menghadiri pemakaman yang persis seminggu pasca ledakan bom Minggu (13/5) lalu.

Suasana haru sangat terasaa saat mobil iring-iringan jenazah dan pelayat mengikuti prosesi pemakaman di kompleks pemakaman milik Yayasan Kebaktian Abdi New, Sukorejo.

Spelayat yang umumnya famili dan kerabat dekat keluarga itu sangat khikmad mengiringi pemakaman kakak beradik ini.

Tak

terkecuali Wenny Angelina dan Erik, kedua orang tua Evan dan Nathael. Erik tampak tegak meski dia harus membopong Wenny, yang saat itu memakai kursi roda. Maklum aja, kompleks pemakaman berada di tanah yang konturnya tak datar.

Meski begitu, pasutri asal Barata Jaya, Surabaya ini terlihat tegar. Keduanya tampak menjawab salam dari para pelayat.

Terlihat juga saat proses pemakaman ini sejumlah teman sekolah Evan dan Nathan, ada di sana. Kira-kira ada ratusan pelayat berada di lokasi.

Selama prosesi pemakaman berlangsung, juga pendapat pengamanan dari sejumlah personel dari polisi dan TNI. Bahkan, Wakapolres  Polres Pasuruan Kompol Herlina, juga tampak hadir mengikuti prosesi pemakaman sampai selesai.

Beberapa guru dan wali kelas, ikut memberikan sambutan saat pemakaman. “Kami semua merasa sangat kehilangan atas meninggalnya kedua murid kami ini. Evan anaknya pendiam juga pintar dan adiknya, Nathan seorang periang. Kedua siswa ini dikenal pendiam namun enerjik,”  kata salah satu guru di acara itu.

Di sekolah, Nathan bahkan dikenal punya jiwa sosial yang tinggi. Acapkali, Nathan berbagi dengan teman-temannya. Soal makanan sekalipun. “Saat istirahat sekolah tiba, Nathan lebih sering berbagi dengan kawan-kawannya,” terang salah satu gurunya.

Hal inilah yang membuat teman-teman Evan dan Nathan, rela ikut mengantar keduanya ke tempat peristirahatan terakhir. Mereka menempuh satu jam perjalanan dari rumah duka ke Sukorejo.

“Evan teman sekolah saya, adiknya Nathan saya juga kenal. Keduanya anak yang baik dengan teman dan sesama di sekolah. Tentunya merasa sedih sekali atas kematiannya,” kata Rafael, 11, salah seorang teman sekolah Evan.

Mereka tidak menyangka, kakak-beradik ini menjadi korban kekejian teroris saat hendak ke gereja. Mereka pun mengutuk aksi teroris tersebut.(radar bromo)
 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga