Stt....Ada Tanaman Kopi di Areal Pemakaman Umum, Sudah Panen Lagi....

  • 2018-05-21penulis : Ira Ravika
  • Editor :junaedi
  • dibaca :448
Stt....Ada Tanaman Kopi di Areal Pemakaman Umum, Sudah Panen Lagi.... Taqruni Akbar bangga menunjukkan pohon kopi di areal Makam Sukun Nasrani. (ira ravika)

TANAMAN Kopi biasanya ada di daerah perkebunan. Namun tidak begitu yang ada di Kota Malang. Tanaman Kopi malah tumbuh subur di areal Makam Nasrani,Sukun, Kota Malang.

Ratusan pohon kopi itu tumbuh dengan subur di sana. Malah telah panen pertama di bulan Febuari lalu. Produk Kopi Tulang yang dihasilkan dari pohon kopi itupun telah habis terjual. 

Orang di balik ide menanam kopi di areal Makam Sukun Nasrani itu tak lain Kepala UPT Makam Sukun Nasrani, Taqruni Akbar. Dialah yang mencetuskan ide menanam kopi itu di areal tempatnya bekerja.

”Waduh berlebihan kalau saya dibilang sebagai

pencetus ide. Saya hanya ingin mengembalikan sejarah,’’ seloroh Taqruni. 

Roni begitu Taqruni Akbar akrab dipanggil,  menceritakan jika masa penjajahan dulu, area makam yang dijaganya itu ditumbuhi pohon kopi. Namun seiring berjalannya waktu, pohon kopi tak lagi nampak. Dan keberadaannya tergantikan oleh pohon kamboja dan pohon-pohon lainnya.

”Sejarah bahwa kopi ditanam di area Makam Sukun Nasrani  terekam dari foto. Dan foto-foto itu sekarang tersimpan di TPU Samaan,’’ katanya.

Memang awalnya mantan Lurah Arjowinangun ini sama sekali tidak yakin. Apakah pohon kopi bisa hidup di area makam. Terlebih, dia sendiri mengetahui umumnya pohon kopi ditanam di lahan yang ada di area ketinggian.  Sementara Kota Malang sendiri memiliki ketinggian 440—667 meter di atas permukaan air laut ini.

Sekalipun tidak yakin, Roni tah patah semangat. Dia tetap belajar, dengan mendatangi kebun kopi. Salah satunya yang didatangi adalah perkebunan kopi di wilayah Gunung Kawi, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.

Kepada pemilik perkebunan, Roni menanyakan beragam hal tentang kopi. Termasuk potensinya jika ditanam di area Kota Malang.

”Saya lega setelah pemilik perkebunan kopi itu mengatakan, sejatinya kopi dapat ditanam di mana saja,’’ kenangnya.

Berangkat dari situlah Roni menanam pohon kopi.  Namun sebelum memutuskan menanam kopi di areal aset dari Pemkot Malang ini ia meminta izin kepada pimpinannya. Yakni Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, yang saat itu dijabat oleh Erik Setyo Santoso. 

”Begitu disetujui, saya dengan kawan-kawan di Makam Sukun Nasrani patungan untuk membeli bibit,’’ ungkapnya. 

Roni tak menyebutkan jumlah uang yang terkumpul untuk dibelikan bibit kala itu. Tapi, dari patungan itu, dia bisa membeli 850 bibit. Rata-rata tingginya pohon kopi saat itu tingginya 50 centimeter.

Setelah bibit datang, dia teman-temannya menanam kopi tersebut. Area yang digunakan menanam adalah lahan-lahan kosong di sela-sela makam. Setiap hari pohon

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga