Inginnya Santai, Mahasiswa Ini Malah Tewas Tenggelam di Pantai Banyu Anjlok

  • 2018-05-26penulis : Agung Priyo
  • Editor :sariglok
  • dibaca :1545
Inginnya Santai, Mahasiswa Ini Malah Tewas Tenggelam di Pantai Banyu Anjlok ilustrasi tenggelam

MALANG – Seorang mahasiswa di salah saatu perguruan tinggi di Malang, tewas tenggelam saat di tempat wisata Pantai Banyu Anjlok Desa Purwodadi, Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Sabtu (26/5). Korban adalah Yogi Rifaldo, 21, warga Dusun Maron, Desa Galak, Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Menurut keterangan di TKP, korban tenggelam lantaran tidak bisa berenang. Usai dievakuasi, jenazahnya, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, untuk divisum.

“Tidak ada bekas tanda kekerasan pada tubuhnya. Korban meninggal dunia murni karena kecelakaan, tenggelam,” kata Kapolsek Tirtoyudo, AKP Suyoto.

Diperoleh keterangan, korban ketika itu pergi ke Pantai Banyu Anjlok,

bersama dengan empat temannya. Yakni Elhahmailul Khasma, 24, warga Kota Malang, Farida Aryani, 22, warga Jakarta, Riska Anggraini, 24, warga Kota Malang dan Listaingrum, 21, warga Sidoarjo.

Mereka berangkat sekitar pukul 08.00 dengan mengendarai sepeda motor. Setiba di lokasi, korban dan teman-temannya sekitar pukul 11.00, sempat istirahat. Setelah itu korban seorang diri, mengendarai motor survei lokasi Banyu Anjlok. Maksudnya mencari tempat santai.
 
Setelah mendapatkan tempat, ia menghubungi teman-temannya dan mengajaknya ke lokasi Banyu Anjlok. Korban mengatakan kalau tempatnya bisa digunakan untuk mandi. Padahal sebelumnya, korban sempat diingatkan supaya tidak mandi karena air berwarna biru, yang tandanya dalam.

Namun korban tidak menghiraukan. Dua temannya yang sempat mau mandi, tidak jadi karena memang melihat dalam. Sedangkan korban langsung menceburkan diri ke dalam air.

Begitu menceburkan diri, korban tidak muncul lagi. Teman-temannya yang cemas, lantas meminta pertolongan warga sekitar. Warga dan petugas segera berdatangan menolong korban dengan cara menyelam.

Hasilnya, tubuh korban berhasil diangkat dari dasar air. Saat itu, kondisinya masih kritis. Denyut jantungnya lemah dan keluar darah dari hidungnya. Namun sesaat kemudian, jiwanya tidak tertolong. Kejadian itupun, dilaporkan ke Polsek Tirtoyudo.

“Sebelum mencebur, korban ini sempat diberitahu oleh temannya kalau airnya dalam. Tetapi tetap saja mencebur, hingga akhirnya tenggelam,” tutur mantan Kapolsek Pakisaji ini.(agp)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga