Kata Astronaut Amerika Peggy Whitson. Buang Hajat di Luar Angkasa Lebih Rumit

  • 2018-06-04
  • Editor :junaedi
  • dibaca :436
Kata Astronaut Amerika Peggy Whitson. Buang Hajat di Luar Angkasa Lebih Rumit Astronaut wanita asal Amerika Peggy Whitson.(ist)

SEJAK awal orang ke luar angkasa selalu saja ada pernyataan ringan. Bagaimana ya Astronaut itu jika biang air kecil dan besar? Pertanyaan itulah yang kemudian dijawab astronaut wanita asal Amerika Peggy Whitson.


Wanita yang baru saja memecahkan rekor terlama di stasiun luar angkasa  internasional, Soyuz MS-04, menceritakan pengelamannya. Ia lebih dari sembilan bulan atau 288 hari di ruang angkasa dan baru kembali ke bumi, 3 Seotember 2017 lalu.

Wanita berusia 58 tahun ini mengakui jika menjalankan misi eksplorasi luar angkasa tak dipungkiri menyenangkan. Meski begitu, Whitson tak menyangkal jika pekerjaannya sangat

menantang.

Salah satu kegiatan yang menurutnya paling rumit untuk dilakukan oleh astronaut adalah saat harus buang air besar.

Cara buang hajat menurutnya lebih rumit ketimbang sekedar buang air kecil. Sebuah bilik terbuat dari besi layaknya toilet dilengkapi dengan sejumlah peralatan pendukung.

Sebuah corong yang tersambung dengan selang panjang dipakai saat buang air kecil sehingga urin tidak berantakan di kondisi gravitasi nol. Urin yang masuk akan diolah selama delapan hari sehingga bisa didaur ulang kembali menjadi air minum.

Whitson mengakui jika proses buang air kecil lebih mudah. Tapi, proses yang lebih rumit jadi tantangan bagi astronaut ketika harus buang air besar.


"Yang kedua (buang air besar) ... lebih menantang karena kamu harus bisa tepat mengenakan target yang berukurang sangat kecil," ucapnya.

Bilik toilet yang ada di stasiun luar angkasa (ISS) dilengkapi dengan tempat duduk dan lubang yang cukup kecil. Menurut astronaut yang menghabiskan 665 hari di luar angkasa itu, hal ini jadi tantangan bagi setiap astronaut yang mendiami ISS saat buang hajat.

 
Nantinya, kotoran akan disegel dalam plastik kedap udara kemudian dikumpulkan hingga 10 hari saat ada pembuangan massal ke luar angkasa hingga terbakar di atmosfer Bumi.

"Setelah penuh, Anda harus memakai sarung tangan karet dan mengemasnya," ungkapnya saat diwawancara Business Insider.

Rumitnya buang air di luar angkasa menurut Whitson bisa bertambah jika sesekali ada sedikit kendala, karena astronaut harus menangkap kotoran yang mengambang.
 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga