Sudah Pensiun tapi Tetap Ngantor, Dirut RSUD Kanjuruhan Digunjing

Sudah Pensiun tapi Tetap Ngantor, Dirut RSUD Kanjuruhan Digunjing RSUD Kanjuruhan di Kepanjen Kabupaten Malang dan dr Harry Hartanto (insert), (dicky)

MALANG- Sudah pensiun tapi masih ngantor di RSUD Kanjuruhan, dr Harry Hartanto, Direktur Utama (Dirut) rumah sakit ini menjadi bahan gunjingan. Pasalnya, tugasnya terhitung sejak Jumat, 1 Juni 2018 lalu dudah digantikan pelaksana tugas, Mahila Surya Dewi.

“Yang kami takutkan, kalau tetap mengambil kebijakan. Nanti bagaimana dengan keabsahan kebijakan atau aturan yang diterapkan,” ujar sejumlah karyawan di rumah sakit milik Pemkab Malang ini. 

Ikhwal ini bahkan sampai menjadi viral di salah satu grup media sosial Facebook.  Seorang warganet ikut mengeluhkan sikap dr Harry, panggilannya, yang masih berkantor di RS ini. Postingan dari

akun tersebut disertai dengan surat keputusan bupati tentang pelaksanaan tugas Dirut RSUD Kanjuruhan.

“RSUD Kanjuruhan kok koyo digae dulinan (seperti mainan). Suah ditunjuk Plt kok sek ngantor ae dirut lama (sudah ditunjuk Plt kok masih ngantor dirut lama). Aksi pengamanan atau gimana?,” tulis akun itu. 

Postingan itu sontak menimbulkan komentar negatif dari mayoritas warganet. Warga dunia maya menyoroti tingkah laku dari pejabat lama itu. 

Bahkan, komentar yang ditulis juga berkembang ke sistem pelayanan RSUD Kanjuruhan. “Dari dulu pelayanan RSUD kurang memuaskan,” tulis komentar salah satu akun lain. 

Dikonfirmasi tentang itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah mengaku sedang melakukan sosialisasi. Dia tidak menampik ikhwal pergantian itu.

“Betul, beliau (dr Harry)  sudah memasuki masa pensiun tanggal 1 Juni 2018 lalu,” tegasnya. 

Sedangkan posisinya digantikan Mahila Surya Dewi yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur RSUD Kanjuruhan. “Saya bersama pak Sekda sudah ke RSUD Kanjuruhan untuk mensosialisasikan pergantian kepemimpinan tersebut,” ujarnya.

Ia mengaku jugas sudah bertemu dengan pengurus maupun pegawai RSUD Kanjuruhan. Intinya untuk fokus dulu kepada pelayanan maksimal kepada masyarakat dan pasien. 

“Jangan sampai pelayanan terganggu karena pergantian kepemimpinan ini. Apalagi sudah ada pelaksana tugas sementara,” tutur dia.

Pihaknya juga menjanjikan segera membahas tentang mekanisme penggantian pejabat tertinggi di RSUD Kanjuruhan tersebut. 

Menurutnya, ada dua jalur yang bisa dilakukan, yakni penunjukan langsung dari pejabat eselon dua atau dilakukan penjaringan secara terbuka. “Nanti pak Bupati yang memutuskan,” pungkas Nurman. (big)
 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga