Giliran Sopir Bus di Talangagung, Wajib Tes Urine dan Periksa Kesehatan

  • 2018-06-08penulis : Agung Priyo
  • Editor :sariglok
  • dibaca :482
Giliran Sopir Bus di Talangagung, Wajib Tes Urine dan Periksa Kesehatan Polres Malang dan BNN serta Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan di Terminal Talangagung, Jumat (8/6). (dicky)

MALANG - Giliran para sopir yang Terminal Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang yang dilakukan tes urine dan kesehatan. Polres Malang yang bersama BNN dan Dishub menggelar kegiatan ini, Jumat (8/6) siang.  

Seluruh sopir angkutan umum dan bus digiring masuk ke dalam terminal. Setelahnya, satu-persatu diperiksa kelengkapan surat-suratnya kendaraan dan kondisi fisik kendaraan serta kesehatan sopir. 

Semua sopir utama, cadangan dan kru bus dilakukan tes urine. Ini untuk memastikan bahwa seluruh sopir bebas dari narkotika. Jangan sampai ada sopir yang mengkonsumsi narkoba mangemudikan angkutan umum. 

"Mohon maaf ibu dan bapak penumpang, hari ini kami

ada pemeriksaan untuk sopir angkutan dan bus. Kami tes urine jangan sampai ada sopir yang mengkonsumsi narkoba," ungkap Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Malang, M Khoirul, kepada penumpang bus.
 
Menurutnya, jangan sampai ada sopir yang mengkonsumsi narkoba saaat mengendari bus atau angkutan umum. Karena sangat membahayakan bagi penumpang. Terlebih pada saat menjelang arus mudik seperti sekarang ini.
 
Kanitlaka Lantas Polres Malang, Iptu Yoyok Supandi, juga mengimbau kepada penumpang untuk berhati-hati dan selalu waspada. Terutama pada orang yang baru dikenal, karena jangan sampai menjadi korban kejahatan. 

"Jangan mudah menerima sesuatu dari orang lain yang tidak dikenal. Karena bisa jadi itu adalah modus kejahatan dengan memberika obat bius dalam makanan atau minuman. Ingat keluarga menunggu di rumah, karenanya harus waspada dan berhati-hati," jelas Yoyok Supandi.

Sementara, Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut (CPM) Agus Musrichin, mengatakan selain tes urine kondisi kesehatan sopir juga menjadi atensi untuk diperiksa. Tekanan tensi darah para sopir diperiksa apakah mengalami darah tinggi atau lainnya. 

Sedangkan KBO Satlantas Polres Malang, Iptu Edi Purnama mengatakan, tiga hal yang harus dipenuhi pengemudi angkutan umum sebelum bekerja. Yakni, pengemudi harus sehat, kondisi kendaraan harus layak jalan dan kelengkapan surat-surat kendaraan. 

Karenanya menurut Edi Purnama, dalam pemeriksaan melibatkan instasi terkait selain Dinkes, juga Dishub termasuk BNN.

“Dari pemeriksaan seluruh kendaraan tidak ada yang bermasalah. Pengemudi umumnya juga sudah mengantongi Sim B2 umum. Kondisi ban kendaraan yang mulai halus, asalkan jarak tempuh dekat tidak masalah. Kalau untuk jarak jauh harus diganti,” tandasnya.(agp/jon)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga