Terbakar 12 Jam, Pabrik Pengolahan Plastik di Lawang Baru Bisa Padam, Kerugian Rp 1 Miliar

  • 2018-06-11penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1458
Terbakar 12 Jam, Pabrik Pengolahan Plastik di Lawang Baru Bisa Padam, Kerugian Rp 1 Miliar Kebakaran yang terjadi di pabrik pengolahan plastik di Lawang Kabupaten Malang. (guest)

MALANG-Lebih dari 12 jam pabrik pengolahan plastik PT Tri Surya Plastik Lawang, Kabupaten Malang terbakar. Pabrik milik H Siswanto ini terbakar mulai Senin dini hari 00.30 wib, baru bisa dipadamkan menjelang sore sekitar pukul 15.00.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun, api yang diduga karena korsleting listrik ini mengakibatkan kerugian sebesar Rp 1 miliar. Api juga sangat besar hingga PMK sampai mengerahkan sekitar 10 unit mobil pemadam dan Pemkab dan Kota Malang.

Polisi belum bisa menyimpulkan, penyebab kebakaran. Untuk mengetahui, harus menunggu olah TKP dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. 

‘’Apa

penyebabnya kami belum tahu. Apakah karena konsleting listrik atau ada penyebab lain belum tahu. Masih menunggu Tim Labfor Polda Jatim," terang Kanitreskrim Polsek Lawang, Iptu Hadi Puspito, Senin (11/6). 

Menurutnya, Tim Labfor Polda Jatim, sudah tiba ke lokasi kebakaran. Namun petugas belum bisa masuk areal kebakaran karena kondisi lokasi masih panas. Petugas PMK juga masih terus melakukan pembasahan. 

"Mungkin nanti Tim Labfor Polda Jatim akan datang lagi untuk olah TKP. Memang kondisi lokasi masih panas, sehingga memperhitungkan keselamatan petugas juga," jelasnya. 

Sementara, Siswanto pemilik parbrik, meyakini kebakaran itu karena konsleting listrik. Ketika kejadian, dia juga mengaku sedang tertidur lelap. 

"Dugaan saya karena korsleting listrik. Karena di bangunan baru itu, memang ada lampu yang terpasang. Tidak ada kesengajaan dalam kebakaran ini," katanya.

Siswanto menyebutkan kerugian akibat kebakaran ini mencapai sekitar Rp 1 miliar. Namun kerugian itu masih lebih kecil dibandingkan kebakaran di pabrik lama setahun lalu yang kerugiannya sampai Rp 10 miliar. 

"Total kerugian yang saya alami sekitar Rp 1 miliar. Karena selain bahan yang terbakar juga bangunan," jelas H. Siswanto. 
 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga