Dugaan Human Error, Jatuhnya Atlet Muda Paralayang Berlisensi PL-1

  • 2018-06-12penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :12138
Dugaan Human Error, Jatuhnya Atlet Muda Paralayang  Berlisensi PL-1 Jenazah Cherly Aurelya (kanan) ketika dievakuasi petugas.(kerisdianto)

BATU-Tewasnya atlet muda paralayang asal Jombang, Cherly Aurelya, 18, diduga karena Human Error. Dari penelitian sementara, alat pengait yang ada di dada dan kaki tidak terpasang sempurna.

Cherly dinyatatakan tewas setelah jatuh dari ketinggian sekitar 150 meter. Kejadian itu beberapa saat setelah ia lepas landas dari Bukit Gubung Banyak, Kota Batu, Selasa (12/6) pagi.


Data yang didapat di lapangan, Cherly yang mengantongi lisensi penerbang siswa atau basic PL-1, telah menjalankan latihan terbang sejak hari Sabtu (9/6). Ketika itu ia bersama beberapa atlet lain dari Jombang. 


Selasa hari ini, adalah hari terakhirnya

latihan sebelum pulang ke Jombang. Pagi tadi, Cherly menjalani latihan bersama Mia Ainisyah, 19, rekan atletnya.

Mereka dibawah pengawasan Sugiarto instrukturnya, sekaligs advanced pilot pemegang lisensi PL-3. 

Mia saat itu hanya menjalani latihan kering, yakni gladi bersih tentang prosedur penerbangan paralayang. Sedangkan, Cherly melaksanakan latihan terbang dari landasan atas Gunung Banyak. 

Arif Eko Wahyudi, Ketua Paralayang Jatim, kepada wartawan mengklaim instruktur telah melakukan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Dia bahkan bisa menceritakan percakapan antara instruktur dan Cherly. Sebelum terbang, instruktur PL-3 yang menentukan apakah kondisi cuaca layak terbang. Dari pantauan instruktur, cuaca pagi tadi bagus dan ideal untuk penerbangan. Kecepatan angin 3-5 kilometer per jam. 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga