Patesan Nekat Ngoplos Gas Elpiji Keuntungannya Besar

  • 2018-06-14 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :5675
Patesan Nekat Ngoplos Gas Elpiji Keuntungannya Besar Polisi menyita puluhan tabung gas melon subsidi 3 kilogram dan tabung biru 12 kilogram non subsidi dari pelaku pengoplos elpiji Wagir.(Fino)

MALANG – Terang saja Amin Muazin, 24, warga Dusun Losari, Sidorahayu, Wagir, Kabupaten Malang nekat praktik mengoplos gas Elpiji 2 kg ke 12 Kg. Keuntungannya disebutkan sangat besar. Seperti inilah pengakuan lengkapnya.

Mengoplos, sebenarnya yang terjadi memindahkan isi gas dari tabung 3 kg ke tabung isi 12 kg. Satu tabung biru isi 12 kg, diisikan empat tabung melon atau 3 kg.

“Empat tabung 3 kilogram dimasukkan ke satu tabung 12 kilogram,” terang Amin di Polsek Wagir, Kamis (14/6) pagi. 

Dari itu makan Amin dapat selisih harga jual yang cukup besar. Empat tabung Elpiji melon, diberli dengan harga eceran tertinggi per tabung sekitar Rp 16.500. Jika kali empat untuk bisa memindahkan isinya ke tabung 12 Kg maka harganya Rp 66.000.

Tapi setelah dalam tabung gas 12 Kg yang non subsidi, harga eceran tertinggi Rp 140.000  per tabung. Artinya ada selisih harga terjual, Rp 74.000. Inilah yang dianggap Amin sebagai keuntungan.

Padahal, ketika digerebek Polsisi, di rumahnya ada setidaknya, 21 tabung gas 12 kg. Maka hitungan kasar jika tahung itu terjual semuanya, Amin sudah bisa meraup keuntungan Rp 1.554.000.

Namun kata Kanit Reskrim Polsek Wagir Ipda Anwar Sodiq mendampingi Kapolsek Wagir AKP Mey Surya Ningsih, pelaku belum mengaku berapa keuntungan yang didapat. Karena, Amin hanyalah seorang pekerja.

“Yang jelas, pelaku mengambil keuntungan dari selisih harga antara empat tabung gas melon subsidi 3 kilogram dan tabung elpiji biru non subsidi 12 kilogram,” ujar Anwar. Kamis (14/6).

Petugas Polsek Wagir di rumah Amin menyita 68 buah tabung gas elpiji subsidi 3 kg dan 21 buah tabung gas 12 kg . Termasuk

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga