Jamaah Tarikat Naqsabandiyah Juga Lebaran Hari Ini

  • 2018-06-14
  • Editor :junaedi
  • dibaca :984
Jamaah Tarikat Naqsabandiyah Juga Lebaran Hari Ini Jamaah Tarikat Naqsabandiyah yang juga sudah salat Ied, Rabu (14/6) hari ini yang artinya berlebaran lebih awal dari yang ditetapkan Kemenag.(dok.jawapos)

JAKARTA- Bukan saja Jamaah An-Nadzir yang lebih dulu berlebaran. Jamaah Tarikat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah pun sudah lebaran Rabu (13/6) hari ini. Padahal, Sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) akan digelar sore ini. 
 
Sekretaris Majelis Fatwa Tarikat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah Syekh Muda Muhammad Yusuf Hamdani menyatakan, mereka menetapkan 1 Syawal dengan perhitungan sendiri.
Yakni, merujuk pada kalender hisab munjid. Metode hisab munjid itu sudah diberlakukan secara turun-temurun.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin tidak ingin terlalu banyak berkomentar soal jamaah tarekat Naqsabandiyah yang lebih dahulu berlebaran itu.

"Berita seperti ini yang paling seksi bagi wartawan," katanya di Jakarta kemarin (13/6), seraya tertawa.

Dia meminta masyarakat tetap menunggu sidang isbat Kemenag untuk memastikan 1 Syawal atau Idul Fitri. Dia menyatakan, hasil sidang isbat tersebut berlaku untuk seluruh umat Islam di Indonesia.

Amin menambahkan, sidang isbat juga cerminan kekompakan umat Islam di Indonesia. Sebab, di dalamnya tetap mengakomodasi sistem hisab wujudul hilal dan diperkuat rukyat atau pemantauan langsung hilal.

Merujuk pada metode hisab ala Muhammadiyah, saat dilakukan rukyat nanti sore, ketinggian hilal sudah mencapai 7 derajat di atas ufuk. Artinya, dalam pelaksanaan rukyat, hampir bisa dipastikan hilal atau bulan muda akan terlihat. Dengan demikian, 1 Syawal atau Lebaran jatuh pada Jumat besok (15/6).

Sebelumnya, 7 Juni lalu, website Ditjen Bimas Islam Kemenag melansir naskah khotbah Idul Fitri 1439 H yang ditulis Kepala Seksi Pengembangan Regulasi dan Metode Dakwah Subhan Nur. Tetapi, Amin mengklarifikasi bahwa naskah khotbah itu tidak benar.

"Tidak ada naskah khotbah yang dibuat oleh orang per orang dari Bimas Islam. Saya sudah minta dihapus," tegasnya.

Dia

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga