Setelah Jerman Kalah, Loew Berkata Kami Bermain Buruk, Kini Menatap Laga Selanjutnya

  • 2018-06-18
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2255
Setelah Jerman Kalah, Loew Berkata  Kami Bermain Buruk, Kini Menatap Laga Selanjutnya Pelatih Jerman Joachim Loew menjalani laga yang tak mulus di debutnya di Piala Dunia 2018.(dok.reuters)

ROSTOV-Pelatih timnas Jerman Joachim Loew berkomentar ikhwal kekalahan timnya. Dengan gentelman dia mengakui anak asuhnya bermain sangat buruk ketika kalah dari Meksiko di laga fase grup Piala Dunia 2018, Minggu (17/6) malam WIB.

Berstatus sebagai juara bertahan, Jerman gagal meraih poin di pertandingan pertama. Gol Hirving Lozano pada menit ke-35 yang bersarang di gawang Manuel Neuer tidak dapat dibalas.

Pada babak pertama Jerman memiliki beberapa peluang yang gagal dimanfaatkan dengan baik. Menurut Loew, Thomas Mueller dan kawan-kawan tidak dapat memperagakan karakter asli timnas Jerman.

"Di babak pertama kami bermain sangat buruk. Kami tidak mampu memainkan gaya yang biasa kami tampilkan dalam menyerang dan mengumpan," terang Loew dikutip dari situs resmi FIFA.

Jerman mencari gol penyeimbang berlanjut di babak kedua. Terlihat jelas Die Mannschaft mengurung pertahanan Meksiko. Kendati banyak peluang tercipta tidak ada gol untuk Jerman hingga wasit Alireza Faghani menyudahi pertandingan.

"Di babak kedua kami dapat menekan tapi Meksiko juga mundur. Kami memiliki tembakan ke gawang tapi entah bagaimana bola tidak masuk ke gawang. Tentu saja kami tidak senang dan kecewa," ujar Loew.

Tanpa poin di laga pertama, untuk menembus fase grup, Jerman harus membukukan poin maksimal di dua laga selanjutnya.

Setelah Meksico, Jerman bakal menghadapi menghadapi Swedia (23/6) dan Korea Selatan (27/6).

"Kami harus melihat ke depan, melupakan apa yang telah terjadi. Kami harus menang di pertandingan selanjutnya, pastinya. Kami berada di bawah tekanan ketika melawan Swedia," ucap Loew.

Jika gagal lolos dari fase grup, maka Jerman melanjutkan tradisi buruk juara bertahan yang tersisih di putaran pertama seperti yang terjadi pada timnas Prancis (2002), Italia (2010), Spanyol

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga