Tragis ! Ibu Hajar Anaknya sampai Meregang Nyawa

Tragis ! Ibu Hajar Anaknya sampai Meregang Nyawa ilustrasi penganiayaan anak

MALANG - Peristiwa tragis sekaligus memilukan terjadi di  Dusun Tempur, Desa/Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Seorang ibu bernama Ani Musripah, 40, tega membunuh anaknya, Saiful Anwar,8 tahun.

Bocah yang baru duduk di bangku sekolah kelas 3 SD itu meninggal dunia, saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Sebelumnya ia sempat kritis, karena terus muntah-muntah dan kejang. Menyusul penganiayaan yang dilakukan oleh ibu kandungnya.
 
Jenazah korban langsung dibawa ke Kamar Mayat RSSA Malang untuk dilakukan otopsi. Sementara, Ani Musripah, ibunya, langsung dijemput petugas Satreskrim Polres Malang di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Ani ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

"Jenazah korban masih divisum. Untuk ibunya sudah diamankan di Polres Malang," ujar salah satu petugas ketika ditemui di Kamar Mayat RSSA Malang, Rabu (20/6).

informasi di TKP, korban meninggal dunia karena dianiaya ibu kandungnya. Kejadiannya Selasa (19/6) di dalam rumah. Sebelum dipukuli, korban masih terlihat bermain layang-layang di halaman depan rumahnya.

Sekitar pukul 17.20, korban dipanggil ibunya. Korban tidak mau. Ibunya yang jengkel segera menghampiri korban dan memukulinya. Tubuh korban juga diseret ke dalam rumah, yang kemudian dipukuli lagi.

Pakaian korban dilucuti, selanjutnya dengan menggunakan gayung, korban kembali disiksa. Gayung yang digunakan memukul pun sampai patah.

"Ketika dipukuli itu, ayahnya (Marliyat) tidak ada di rumah. Sedang bekerja berjualan bakso di Wagir. Pulangnya setiap dua atau tiga hari sekali," tutur Edi Kurniawan, sepupu korban ketika ditemui di kamar mayat.

Saat dipukuli ibunya itu, sejumlah tetangganya mendengar korban menangis keras dan menjerit. Tetangga dan saudara yang rumahnya berdekatan tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka mengira kalau korban hanya dipukuli biasa.

Usai dipukuli, korban terlihat kesakitan.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga