Hasil Otopsi Kematian Anak Dianiaya Ibu, Tempurung Kepala Retak dan Pendarahan Otak

  • 2018-06-22 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :845
Hasil Otopsi Kematian Anak Dianiaya Ibu, Tempurung Kepala Retak dan Pendarahan Otak grafis (angga/malangpost)

MALANG–Penyebab kematian Saiful Anwar, 8, akibat disiksa ibu kandungnya, karena luka serius pada kepala. Tempurung kepalanya sebelah kanan retak dan mengakibatkan pendarahan. Itulah hasil otopsi sementara dari dokter Forensik RSSA Malang, Kamis (21/6). 

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satrekrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana menyebutkan pendarahan  pada otak itulah yang akhirnya menyebabkan penggumpalan darah pada otak sebelah kanan. 

“Dari keterangan dokter forensik, gumpalan darah pada otak itu sebanyak 110 cc. Hal itulah yang akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia,” jelas Yulistiana Sri Iriana.

Dijelaskan, keretakan pada tempurung kelapa korban, akibat pukulan secara bertubi-tubi yang dilakukan Ani Musripah, ibu kandung.  Meski hanya menggunakan gayung plastik, namun ketika dilakukan berulang-ulang, mengakibatkan tempurung kepala korban retak.

“Pengakuan ibunya, ketika kami periksa, mengaku tidak ingat berapa kali memukuli anaknya. Yang bersangkutan hanya mengaku, kalau dia melakukan pemukulan secara membabi buta,” jelasnya.

Selasa (19/6) petang lalu menjadi hari nahas bagi Saiful Anwar. Pelajar kelas 3 SD ini, mendapat siksaan dari ibu kandungnya Ani Musripah, 40. Korban dipukuli di dalam rumahnya di Dusun Tempur, Desa/Kecamatan Pagak, Kabupaten Mapang. Masalahnya, ibu korban jengkel karena anaknya itu dianggap mengambih uang Rp 51 ribu.
 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga