Cascade Trio Hibur Pengunjung Houtenhand

Cascade Trio Hibur Pengunjung Houtenhand Cascade Trio band instrumen asal Bandung bawakan komposisi Oblivion

Musik klasik memang dapat menjadi penawar ditengah hingar-bingarnya gempuran musik pop bersama industrinya. Penawar tersebut hadir dalam bentuk Cascade kelompok musisi orkestra yang menyempati diri menyapa warga Kota Malang dalam Street Orchestra Parade Fim Malang 2016, Minggu (6/3) di Kafe Houtenhand Malang.

Dengan diawali penampilan 25 musisi berbakat yang tergabung dalam kelompok musik orkestra Stringdom, pengunjung disuguhi tiga buah komposisi yang dapat membawa emosi manusia ketempat ternyamannya.

Sementara itu, dalam pertunjukkan musik orkestra jalanan ini, tidak hanya Stringdom yang dapat memukau penikmat musik yang datang. Segera setelah tiga komposisi dimainkan oleh Stringdom,

kelompok musisi orkestra asal Bandung, Cascade, hadir menambah atmosfir klasik yang dirasakan seluruh penonton.

Cascade yang digawangi Danny Ceri sebagai violinis, Ade Sinata sebagai cellis dan Airi Efferin sebagai pianis ini membawakan sebuah repertoir berjudul “Oblivion” yang sanggup membawa suasana riuh kota Malang menjadi klasik bak negara Eropa tahgun 20-an.

 

Lantunan nada “Oblivion” yang didominasi nada sendu klasik dari sebuah petik dan gesekan bunyi instrumen biola dan cello ini mengangkat sebuah guratan cerita seseorang yang lupa, melupakan bahkan dilupakan.

“Sesuai dengan judulnya ‘Oblivion’ , komposisi ini memang sengaja membawa emosi kita pada titik terendah sepeti sesuatu yang sudah tidak ada dan terlupakan. Ini salah satu komposisi favorit saya dari Cascade,” ungkap Rio Firmansyah salah seorang penonton yang juga penggemar koleksi komposisi Cascade.

Sementara itu, Ade Sinata Cellist Cascade mengungkapkan musik klasik memang merupakan musik yang diusung oleh grupnya. Ia melanjutkan, dengan konsep trio, mereka berupaya untuk “merakyatkan” musik klasik pada seluruh penikmat musik.

“Kami memang berupaya untuk menjadi misionaris di musik klasik. Ada sebuah warna baru yang akan kami embuskan dimanapun kami melakukan pertunjukkan,” ujar Ade sesaat setelah pertunjukkan. Ia kemudian mengaku, sejauh ini masih terus memainkan repertoir lagu-lagu karya komponis dunia.

Meski demikian, mereka tetap berkomitmen bermusik meski untuk berlatih bersama terlebih jika nantinya dapat mendukung perkembangan film di Indonesia dalam Parade Film Indonesia di Malang tahun ini.

Walaupun hanya membawakan sebuah repertoir atau komposisi, penampilan Cascade seketika itu juga mengambil alih perhatian penonton yang memang sedari tadi menunggu tampilnya grup musik yang terbentuk di Yogyakarta tersebut. Terbukti, standing applause dari penonton tak hentinya meriuhkan lokasi penampilan.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga