Machfut, Tukang Batu Tewas di Warung

  • 2018-07-07 penulis : Fino
  • dibaca :6476
Machfut, Tukang Batu Tewas di Warung Kapolsek Klojen Kompol Budi Harianto ketika mengecek jenazah Machfut di ruang Kamar Mayat RSSA Malang

MALANG – Warga sekitar lapangan Sampo, Kecamatan Klojen  Kota Malang, mendadak terkejut dengan sosok pria yang tergeletak di sebuah warung. Mata pria tersebut masih terbelalak, namun dia tak merespon ketika dipanggil. Sabtu siang (7/7), Machfut, 65 tahun, seorang tukang batu asal dusun Curahampel Ampeldento Pakis, Kabupaten Malang mendadak meninggal.


Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Sabtu siang. Sariem, 54 tahun, pemilik warung, menceritakan bahwa Machfut datang ke warungnya lalu duduk. Setelah itu, korban memesan teh hangat, Sariem langsung memasak air dan mempersiapkan teh yang di pesan. Tapi, ketika sedang membuat minuman, Sariem melihat korban sudah tergeletak di atas meja warung.
Matanya pun terbuka, namun tak memberi respon ketika saksi memanggilnya. Karena takut, saksi meminta tolong kepada warga sekitar. Saat didatangi warga, korban dipastikan sudah tidak bernyawa. Tanpa pikir panjang, masyarakat meminta tolong kepada Polsek Klojen dan tim relawan SAR.


Kapolsek Klojen, Kompol Budi Harianto mendatangi lokasi bersama anggotanya setelah mendapat laporan warga. Kerumunan warga yang penasaran, mewarnai proses olah TKP dan identifikasi petugas kepolisian. Dalam waktu singkat, Polsek Klojen mengevakuasi jenazah Machfut ke Kamar Mayat RSSA Malang untuk pelaksanaan visum.
“Kami lakukan olah TKP, mencatat keterangan dari para saksi dan mengevakuasi korban ke KM RSSA Malang,” kata Budi kepada wartawan. Setelah korban dievakuasi, Polsek Klojen menghubungi keluarga korban untuk mencari keterangan terkait penyebab kematian.


Mohamad Saroni, 38 tahun, putra korban, beserta Taufiq Hidayat (adik korban), bertutur kepada petugas Polsek Klojen tentang latar belakang Machfut. Korban sudah menderita penyakit jantung koroner selama 5 tahun. Korban juga sedang menjalani rawat jalan untuk meredam penyakit berbahaya ini.
Sayangnya, nasib berkata lain. Walaupun dia hanya mampir minum teh ke warung di dekat Lapangan Sampo, ajal akhirnya menjemput. “Kami juga menghubungi keluarganya. Dari info

Berita Terkait

Baca Juga