Lagi-lagi Bom Asap dan Flare di Menit 94, Arema Didenda Rp150 Juta

Lagi-lagi Bom Asap dan Flare di Menit 94, Arema Didenda Rp150 Juta Penyalaan Flare di stadion yang membuat Arema didenda Komdis PSSI Rp150 juta.(firman)

Laga Lawan Perseru Berbuah Sanksi Rp 150 Juta

MALANG - Lagi-lagi Arema FC  harus menanggung denda karena ulah suporternya. Komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda karena saat menjamu Perseru, ada penyalaan flare, bom asap, petasan dan kembang api yang dilakukan suporter. Sank yang diberikan denda Rp 150 juta. 

Ini artinya dalam musim ini tim berjuluk singo Edan ini suah tiga kali menerima sanki Komdis PSSI.  Sebelumnya Arema mendapatkan denda Rp 300 juta imbas kerusuhan saat melawan Persib Bandung dan denda Rp 150 juta kala menjamu PSIS Semarang di pekan 12. Total denda yang harus disetor ke PSSI Rp 600 juta. 

Sanksi terbaru, diterima Arema melalui surat Komdis dengan nomor 082/L1/SK/KD-PSSI/VII/2018.  Ditandatangani Komdis yang diketuai oleh Asep Edwin Firdaus, 4 Juli 2018. Disebut dalam surat itu laga melawan Perseru, tanggal 6 Juni di Stadion Gajayana penyalaan benda-benda yang dilarang seperti flare, bom asap, petasan dan kembang api di menit 90+4. 

Penyalaan berlangsung empat kali dan dicatat Komdis sebagai tingkah laku buruk suporter. Dengan acuan Pasal 70 Kode Disiplin PSSI maka denda yang dilimpahkan sebesar Rp 150 juta. 

"Surat dari Komdis sudah kami terima dan dendanya sebesar Rp 150 juta. Bahkan, denda bakal lebih besar jika nanti ada pengulangan pelanggaran yang sama," ungkap Media Officer Arema, Sudarmaji. 

Menurutnya, dengan pelanggaran dan denda tersebut adalah tanda bahaya bagi Arema. Dia lagi-lagi berharap Aremania bisa bersikap dewasa dalam memberikan dukungan. Kreativitas yang berpotensi menjadi denda, dia harap tidak terjadi lagi. Sebab,  kompetisi masih panjang dan efek hukuman bahkan bisa lebih tinggi lagi. 

"Tolong, kami meminta sudahi kreativitas yang berhubungan dengan api. Kami yakin Aremania bisa berkreativitas yang tidak melanggar aturan," paparnya.  
 

Berita Terkait

Baca Juga