Demi Melindungi Sejarah Perjuangan, Bikin Museum Reenactor

Demi Melindungi Sejarah Perjuangan, Bikin Museum Reenactor komunitas Reenactor Malang

MALANG - Untuk mengingat perjuangan para pejuang dan menghidupkan kembali sejarah tahun 1945-1949, warga Kelurahan Sumbersari membentuk komunitas Reenactor. Yakni sebuah komunitas yang bergerak untuk mengulas sejarah perjuangan para pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari serangan para penjajah terutama di daerah Malang dan Indonesia pada umumnya.


Menurut Eko Irawan, komunitas ini didirikan pada April 2007 lalu, dengan nama awal Laskar Ra’jat hingga akhirnya berubah menjadi Reenactor Malang, yang saat ini diketuai oleh Farid. Fokus dari komunitas ini, melakukan reka ulang sejarah dan peristiwa yang terjadi pada masa peperangan serta kolonial. Tidak hanya sekadar menampilkan aksi teaterikal yang menarik, namun juga memberikan keadaan yang sesuai dengan kondisi pada zaman itu, baik dari jalan, pakaian, senjata, maupun alur ceritanya.


Demi melindungi sejarah dari para pejuang, komunitas ini akan membuka sebuah museum Reenactor untuk merekonstruksi kejadian pada masa itu. Launching museum rencananya akan dilakukan pada September mendatang. Saat ini museum Reenactor sedang pada tahap penataan. Nantinya di dalamnya tidak hanya ada jejak-jejak pejuang melainkan juga semua situs yang ditemukan di kelurahan Sumbersari.
“Karena benda-benda peninggalan pada zaman dahulu masih berada di rumah warga. Jadi nanti akan kami minta untuk disumbangkan ke museum Reenactor, termasuk peralatan dapur, lumpang, maupun juga penggilas tebu,” urai Eko.


Rencananya launching museum Reenactor ini akan dilaksanakan bersamaan dengan Festival Kampung Sejarah. Nantinya situs dan benda-benda peninggalan zaman dahulu juga akan dipamerkan pada perayaan tersebut. Bahkan museum akan dibuka umum untuk tujuan edukasi sejarah bagi para siswa.
“Semua situs akan kami minta untuk media pembelajaran siswa. Karena sistem Reenactor ini merupakan rekonstruksi atau reka ulang sejarah pada masa itu. Dengan begitu siswa juga mendapat semangat perjuangan para pejuang,” terangnya.


Tak hanya itu, Reenactor Malang ini juga

Berita Terkait

Baca Juga