Anak-anak Indonesia di bawah umur yang dipenjarakan bersama para pembunuh di Australia

  • 2018-09-10
  • Editor :goly
  • dibaca :4287
Anak-anak Indonesia di bawah umur yang dipenjarakan bersama para pembunuh di Australia Ali Jasmin dengan isteri dan anaknya

Flores - Sejumlah pengacara Australia. kini melancarkan gugatan hukum, agar lebih dari 100 warga Indonesia yang dipenjara secara tidak sah antara 2008 dan 2011 itu mendapatkan kompensasi. Colin Singer tengah bertugas sebagai pemantau penjara independen di Australia, ketika menemukan bocah laki-laki Indonesia berbadan 'kecil' di kompleks penjara dengan pengamanan maksimum di Perth. Penjara ini dikenal sebagai rumah tahanan bagi para penjahat kelas kakap.


"Ada anak kecil yang memegang pagar kawat berduri dan saya ingat, saya bertanya kepadanya dengan lembut, 'Mas, siapa namamu?' Ia menangis, tampak jelas ia sangat trauma."
Kejadiannya pada April 2010. Singer sangat syok dan ia langsung menghubungi pihak berwenang, baik di Australia maupun Indonesia, untuk memberi tahu bahwa ada anak di penjara dewasa. Singer yakin ada kesalahan prosedur.
"Saya meninggalkan penjara pada pukul 16.00 dan menelepon Konsulat Jenderal Indonesia di Perth."


Namun, kata Singer, baru sepekan kemudian itu menerima pesan pendek (SMS) dari konsul jenderal RI di Perth, Syarief Syamsuri yang mengatakan, bahwa 'sejauh ini tak ada masalah anak di bawah umur di penjara tersebut.'
"Pemerintah Indonesia tidak ingin mengambil langkah. Mereka sama sekali tidak menawarkan bantuan apa pun. Saya sangat kecewa dan juga khawatir,"kata Singer.


Singer sungguh tak habis pikir, dan sangat hawatir.
"Benar-benar tak bisa dipercaya ada seorang anak yang berada di penjara dewasa, bukan hanya sehari, bukan satu pekan, tapi sudah selama hampir tiga tahun dan ini tidak hanya satu anak."

 

Anak di balik jeruji penjara
Anak yang dijumpai Singer di penjara Australia adalah Ali Jasmin, yang lahir di Flores. Kisah Ali mirip dengan kisah semua bocah laki-laki yang dipenjara di Australia.


Ia mendapat tawaran uang besar untuk bekerja sebagai awak perahu, tanpa tak tahu persis apa yang sebenarnya dilakukan oleh orang-orang yang menawarinya pekerjaan

Berita Terkait

Baca Juga