Keuntungan Bisa Capai Rp 6 Juta, Pemilik Pabrik Miras di Tumpang Diancam Hukuman 15 Tahun | Berita Terbaru Hari ini

Close

Keuntungan Bisa Capai Rp 6 Juta, Pemilik Pabrik Miras di Tumpang Diancam Hukuman 15 Tahun

  • 2018-10-05 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :5709
Keuntungan Bisa Capai Rp 6 Juta, Pemilik Pabrik Miras di Tumpang Diancam Hukuman 15 Tahun Wakapolres Malang, Kompol Yhogi Setiawan dan Kasatresnarkoba AKP Imam Mustaji saat merilis hasil gerebekan pabrik miras oplosan jenis Trobas di Tumpang, Kabupaten Malang.(fino)

MALANG – Polisi telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam penggrebekan pabrik minuman keras (miras) di  Dusun Glanggang, Desa Slamet, Tumpang, Kabupaten Malang. Dia adalah Hariono, 29, warga setempat.

Menurut Wakapolres Malang Kompol Yhogi Setiawan, tersangka dikenai pasal berlapis.
Yakni pasal 62, 8 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, pasal 142, 140 UU 18 tahun 2012 tentang pangan dan pasal 204 KUHP tentang perbuatan melawan hukum menjual barang yang membahayakan jiwa.

“Ancaman hukuman terhadap satu tersangka ini15 tahun penjara maksimalnya,” kata Yhogi Setiawan kepada media, Jumat (5/10).

Menurutnya, pemeriksaan tersangka mengaku usahanya itu bisa menghasilkan keuntungan Rp 6 juta per bulan,. Modalnya kisaran Rp 2 juta.

Yhogi merinci, proses pembuatan miras ini menggunakan teknik destilasi gula dan ragi. Karena tak ada takaran jelas, miras oplosan tersebut sangat berbahaya bagi manusia.

“Dia menjual ke wilayag Tuban, karena sudah miliki jaringan pelaku asal Tuban. Pabrik ini beroperasi sejak awal tahun 2018,” tuturnya. 

Pengakuan Hariono dalam sekali produksi, dia bisa menghabiskan 40 kilogram gula pasir yang difermentasi dengan ragi dan air. Sebelumnya, dia menjernihkan air dengan tawas.

Arak tersebut direbus di dalam dua drum besar, masing-masing drum diisi 40 kilogram gula. Dia situ dia bisa membuat 170 botol miras jenis arak trobas. 

Tiap satu botol berukuran 1,5 liter. Arak tersebut dikemas dalam kardus berisi 8 botol, dijual dengan harga Rp 250 ribu. 

Hari yang sebelumnya adalah buruh bangunan proyek, mengaku belajar membuat arak dari temannya asal Tuban. 

“Satu kardus saya jual Rp 250 ribu, bahannya dari teman, yaitu ragi. Saya pakai dua drum besar untuk memasak araknya,” tutup Hari.(fin)


BERITA TERKAIT