Mengaku Bisa Menggandakan Uang, Pasutri dan Temannya Ternyata Penipu

Mengaku Bisa Menggandakan Uang, Pasutri dan Temannya Ternyata Penipu Tiga tersangka dan barang bukti berupa uang palsu saat digelar petugas Polres Malang.(ipunk).

MALANG - Tiga orang diantaranya pasangan suami istri (Pasutri) ditangkap polisi karena praktik penipuan dengan modus penggandaan uang. Mereka adalah Riyanto, 38 dan istrinya  Latipah, 43 dan Rusdianto, 43, warga Jalan Kalimosodo, Kota Malang. 

“Mereka ini satu komplotan dan memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksi penipuan,” kata Wakapolres Malang, Kompol Yoghi Hadi Setiawan, Senin ((12/11).  

Menurut Yoghi, modusnya mereka ini mengaku sebagai orang pintar yang bisa menggandakan uang secara gaib. 

Riyanto dan istrinya disebutkan ditangkap di rumah kontrakannya di Desa Kambingan, Tumpang, Kabupaten Malang. Sedangkan Rustianto juga ditangkap di rumahnya. Ketiganya dijerat pasal 372 dan atau 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan. 

Kedok penipuan mereka terbongkar setelah korbanya Syaifudin Huri, 39, warga Jalan Masjid, Desa Pandanlandung, Wagir, melapor. 

“Namun kasusnya masih terus kami kembangkan untuk mengetahui apakah ada korban lainnya,” tutur Yoghi didampingi Kasatreskrim AKP Adrian Wimbarda. 

Sesuai laporan korban, kasus ini bermuda dari perkenalannya September 2018 lalu. Syaifudin Huri berkenalan dengan Latipah. Setelah itu, Rusdiyanto mengatakan kalau ia memiliki teman seorang dukun yang bisa mendatangkan uang secara gaib. 

Untuk meyakinkan korbannya, Rusdianto meminta korban datang ke Desa Kambingan, Tumpang untuk bertemu dengan Riyanto, yang diakui orang pintar.  

Latipah pun ikut meyakinkan dan menunjukkan video hasil editan yang ditunjukkan rekayasa yang sengaja dibuat, sehingga seakan-akan benar-benar melakukan ritual. 

Tergiur, korban pun menyerahkan uang Rp 50 juta kepada para tersangka. Uang tersebut dijanjikan akan menjadi Rp 1 miliar dalam jangka waktu enam hari setelah dilakukan ritual. 

Namun setelah dua bulan, ternyata yang dijanjikan tidak kunjung terbukti. Korban pun menagih janji para tersangka. Pada akhirnya korban diberi koper besar, yang digembok. 

Koper tersebut disebutkan berisi uang Rp 1 miliar. Namun korban tidak boleh membukanya sebelum menyerahkan uang lagi sebesar Rp 60 juta. Setelah uang diserahkan, korban bisa membukanya dan isi dalam

Berita Terkait