Bawaslu Kota Malang Periksa ASN Yang Diduga Kampanye, Begini Hasilnya

Bawaslu Kota Malang Periksa ASN Yang Diduga Kampanye, Begini Hasilnya Kasi PJU Dinas Pertamanan dan Permukiman (Disperkim) Kota Malang, Bambang Setiono.(dicky)

MALANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang memeriksa Kasi PJU Dinas Pertamanan dan Permukiman (Disperkim) Kota Malang, Bambang Setiono. Pemeriksaan itu terkait postingannya di Medsos yang mengandung dukungan kepada salah satu pasangan Capres.
 
Komisioner Bawaslu Kota Malang Bidang Penyelesaian Sengketa, Rusmifahrizal Rustam mengatakan, Bambang mengakui kalau postingan itu berasal dari akun facebook miliknya. 

"Ia memberikan keterangan dan sudah menjelaskan, bahwa akun Facebook itu miliknya dan postingannya itu dari dia sendiri. Ia juga menjelaskan, dia yang memposting dan memang memberikan dukungan," kata Rusmi usai sidang klarifikasi, Selasa (13/11).

Bawaslu melayangkan 30 pertanyaan kepada Bambang terkait postingan kontroversialnya di akun Facebook miliknya. 

"Kami tanya 30 pertanyaan terkait dugaan postingan gambar Paslon presiden nomor 2 di bulan September," terangnya. 

Sebelumnya, postingan yang diunggah mengandung dukungan terhadap paslon Pilpres ada pada tanggal 9 September lalu. Dikatakan Rusmi, Bambang menuliskan: ''saya tidak membenci pak Jokowi tapi tolong tunjukkan kepada saya prestasi apa dalam memimpin bangsa ini saya tunggu jawabannya''. 

Pada tanggal 24 Oktober, Bambang kembali memposting sebuah kiriman yang berisi tentang 2019 Ganti Presiden. Meski akun Facebook tersebut akhirnya di non-aktifkan, posting-an tersebut sudah terlanjur viral.

Rusmi melanjutkan, proses klarifikasi ini merupakan laporan yang menjadi temuan Bawaslu. Pihaknya menyangkakan sikap Bambang Setiono yang melanggar tentang netralitas ASN. 

Hal ini diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Namun, Bambang berdalih tidak tahu menahu soal aturan tersebut.

"Bahwa dia mengakui posting di akun Facebook sendiri. Namun yang bersangkutan mengakui tidak memahami, bahwa tindakan tersebut dianggap sebagai kampanye kepada paslon tertentu, " ujarnya.

Bawaslu menjelaskan pihaknya masih akan melakukan kajian. Targetnya bisa tuntas dalam sepekan ini. Hasilnya dalam bentuk rekomendasi yang bakal dikirim ke KASN (Komite Aparatur Sipil Negara) di Jakarta. 

Dikonfirmasi hal ini, Bambang Setiono enggan memberikan keterangannya saat dikonfirmasi awak

Berita Terkait