Kalah Telak setelah Perubahan Strategi Arema Membuat Keropos Lini Belakang

  • 2018-11-17
  • dibaca :1956
Kalah Telak setelah Perubahan Strategi Arema Membuat Keropos Lini Belakang Menghadapi Persela Lamongan, Arema FC dibantai 4-0, kekalahan tersbesar selama gelaran Liga 1 musim ini.(stenly)

LAMONGAN - Alami kekalahan telak pertama di musim ini, pelatih Arema FC, Milan Patrovic menyebut skuatnya sebenarnya tidak bermain buruk. Faktor keberuntungan yang sedang tidak pada timnya.

''Pendapat saya Arema tidak bermain buruk malam ini. Tapi inilah sepak bola. Kami bisa menguasai ball possession. Tapi Persela bisa mencetak banyak gol,” kata Milan usai laga, Jumat (16/11) malam.

Dijamu Persela, pekan 31 Liga 1 di Stadion Surajaya, Lamongan, Singo Edan harus pulang dengan kekalahan telak 0-4. Kekalahan terbesar di gelaran Liga 1 musim ini. Kondisi yang sangat menyakitkan tatkala kondisi tim kata Milan, sedang trennya bagus.

Kekalahan ini seperti membenarkan anggapan tim kebanggaan Aremania ini, belum bisa lepas mengatasi ketidak konsistennya. Lebih dari itu, Arema dianggap sangat kuat babak pertama dan kedodoran di babak ke dua.

Itu juga yang terjadi di Lamongan. Kebobolan satu gol di babak pertama dan berlanjut tiga gol di babak kedua. Strategi Milan di babak kedua dianggap menjadi sumber 'petaka' empat gol tanpa balas itu.

Arema mengubah formasi pada babak kedua. Ali-alih mencari gol dengan mengurangi satu defender, Purwaka Yudi untuk digantikan oleh pemain sayap Ridwan Tawainella. 

Perubahan ini membuat skema yang awalnya 5-2-3 menjadi 4-3-3. Tapi justru keropos di bagian belakang.

Pemain Persela yang semua kesulitan menembus pertahanan Arema, menemukan celah baru sehingga tiga gol tambahan berhasil dicetak oleh Diego Assis dan Loris Arnaud (2 gol).

Setelah tertinggal jauh, Arema kembali melakukan perubahan. Stoper sekaligus kapten tim, Hamka Hamzah maju sebagai striker. Dia memiliki tiga peluang emas. Tapi semuanya gagal membuahkan gol. 

Dengan kekalahan telak ini Arema terancam mendekati zona bahaya. Sang pelatih memahami timnya sangat butuh poin untuk bisa selamat dari degradasi. 

“Setelah kemasukan banyak gol, pemain sempat kehilangan semangat. Pada pertandingan selanjutnya yang utama harus membangkitkan mental dan semangat pemain. Selain itu, harus ada

Berita Terkait