Rasulullah SAW dan Cinta Anak-anak Kita | Berita Terbaru Hari ini

Close

Rasulullah SAW dan Cinta Anak-anak Kita

  • 2018-11-21
  • Editor :goly
  • dibaca :3636
Rasulullah SAW dan Cinta Anak-anak Kita Ilustrasi anak beribadah.

Banyak cara kita juga bisa sama-sama berjanji, di 12 Rabiul Awal ini. Hari kelahiran Rasulullah SAW, yang tahun ini jatuh bertepatan dengan hari Anak Dunia di kalendar Masehi. Menjaga dan menjalankan hak anak dalam berbagai situasi, adalah peran orang dewasa yang sangat berarti. Anak adalah amanah, yang hadir dengan potensinya dan perlu kita suburkan dengan penuh rahmah.


Kita memiliki harapan agar anak-anak kita meneladani Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya, cara memperkenalkan cahayanya adalah dengan mempraktikkan bagaimana Beliau berinteraksi dengan anak di sekelilingnya.


Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Prinsip mencintai dengan lebih baik, ditunjukkan Nabi bukan hanya pada keluarganya, tetapi semua anak yang tumbuh pada masa hidupnya.


Nabi Muhammad SAW memahami tahap perkembangan anak serta kebutuhannya, termasuk soal bermain yang menyenangkan. Sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari, kita sering mendengar gambaran kelembutan Nabi pada cucunya Sayyidina Hasan dan Husein RA yang bermain di pundaknya ketika shalat. Kasih sayangnya selalu diekspresikan, tidak disembunyikan, saat menggendong, mencium, dan memeluk mereka ataupun anak-anak lainnya.


Riwayat lain menggambarkan keceriaan beliau bercanda dengan balita saat mengajarkan berwudhu bersama atau mengajak anak-anak di perjalanan naik ke untanya bahkan “berlomba” dengan mereka. Beliau mempersingkat ibadahnya saat mendengar anak menangis ketika berjamaah agar sang Ibu bisa memenuhi yang diinginkan anaknya.


Pelajaran terpenting lainnya, Rasulullah SAW selalu membela kepentingan anak yang tidak berdaya, serta menggerakkan orang dewasa lainnya untuk menghargai anak dan apa yang dirasakannya. Beliau sering memberi contoh bercakap bersama anak dengan sopan, misalnya pada anak-anak dari Abysinnia. Beliau lebih dulu mengucapkan salam dan mengajak berbincang dalam bahasa mereka.


Nabi Muhammad SAW juga berkali-kali memuji anak atas apa yang telah dilakukan. Beliau menyadari pentingnya rasa percaya diri, sehingga selalu memanggil nama anak dengan panggilan penghormatan. Saat anak melakukan kesalahan, tidak


BERITA TERKAIT