Dua Curanmor Ditangkap Berikut Sembilan Unit Motor. Polisi segera Umumkan Pemiliknya untuk Mengambil

Dua Curanmor Ditangkap Berikut Sembilan Unit Motor. Polisi segera Umumkan Pemiliknya untuk Mengambil Dua Pelku curanmor dan sembilan Unit motor hasil curiannya.(ipunk)

MALANG - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang Kota meringkus dua orang residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Keduanya adalah MH, 39, wara Jalan Kalisari, Kedungkandang dan AS, 42, warga Dusun Sumbersuko, Tajinan, Kabupaten Malang.

 

Menurut Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, pencurian yang dilakukan penjahat kambuhan ini terjadi 24 Oktober 2018 lalu. Kedua pelaku menggondol motor roda dua yang diletakkan di salah satu rumah kos di kawasan Lowokwaru, Kota Malang.
 
‘’Korban memarkir kendaraannya dalam kondisi terkunci. Dengan kunci T, pelaku mengambil kendaraan milik korban. Dalam jok motor juga ada telepon seluler milik korban yang ikut dibawa pelaku," kata Asfuri, Rabu (21/11).

Kejadian itu segera dilaporkan korbannya. Berbekal laporan korban ini lanjut Asfuri, polisi melakukan penyelidikan. Hasilnya, Minggu (18/11) lalu, dua orang pelakunya berhasil diringkus. 

Ketika melakukan pencurian, lanjut Asfuri, MH bertindak menjadi eksekutor dan AS berjaga-jaga. 

“Kami masih memburu satu pelaku lagi yang diduga sebagai penadah. Dia kabur dan masuk dalam DPO,” katanya.

Selain menangkap kedua pelaku, polisi juga menyita sembilan unit motor yang diletakkan di rumah DPO yang berada di kawasan Sukun. Barang bukti itu nantinya akan diserahkan kepada pemiliknya. 

“Nanti akan kami data dan kami akan umumkan. Sehingga, bagi masyarakat dari Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang yang merasa kehilangan motor bisa datang ke Reskrim Polres Makota dan membawa kelengkapan dokumen,” papar dia.

Sementara, kedua tersangka yang ternyata residivis kasus yang sama, dijerat pasal  363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun. 

"Kedua pelaku merupakan residivis, satunya kasus curas, lainnya kasus curanmor. Saat ini, mereka harus mendekam di jeruji besi dengan ancaman hukuman minimal tujuh tahun penjara," pungkas dia.(tea).

Berita Terkait