7 Makanan Ini Bisa Memicu Strok | Berita Terbaru Hari ini

Close

7 Makanan Ini Bisa Memicu Strok

  • 2018-11-28
  • Editor :goly
  • dibaca :5570
7 Makanan Ini Bisa Memicu Strok Ilustrasi

untuk mengonsumsi garam tidak lebih dari satu sendok teh per hari.

3. Makanan tinggi gula
Pastikan Anda tidak mengonsumsi gula lebih dari empat sendok makan per hari. Ini karena makanan yang tinggi gula dapat merusak pembuluh darah, yang akhirnya bisa mendatangkan strok.

4. Minuman beralkohol
Minuman yang mengandung alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan gangguan pembekuan darah. Kondisi tersebut akan menambah risiko terjadinya strok.

5. Makanan instan
Biasanya makanan instan memiliki kandungan lemak jenuh, tinggi garam, dan tinggi kolesterol. Ketiga komponen ini dapat mengundang strok.

6. Makanan kalengan
Makanan kaleng memiliki kandungan pengawet, garam, penyedap makanan, dan sodium. Semua itu juga dapat menyebabkan strok.

7. Minuman bersoda
Di balik nikmatnya minuman bersoda, tersimpan bahaya yang mengintai dari kadar gulanya. Biasanya minuman bersoda memiliki kadar gula yang sangat tinggi. Mengonsumsi minuman ini terus-menerus dapat menyebabkan pembuluh darah di dalam tubuh menjadi rusak.

 

Selain menjaga asupan makanan, Anda juga harus melakukan pola hidup sehat lainnya. Anda dapat menerapkan metode TANGKAL untuk membantu menurunkan kolesterol tinggi sekaligus mencegah penyakit jantung dan strok, yakni:


Teratur periksa kolesterol
Awasi asupan dan pola makan
Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol
Giat berolahraga
Kendalikan berat badan dan hindari stress
Awasi tekanan darah


Lengkapi dengan konsumsi plant stanol ester (gandum, buah-buahan, kacang-kacangan). Kini tersedia juga makanan mengandung plant stanol ester  dalam bentuk kemasan di supermarket. Cocok untuk orang-orang yang butuh kepraktisan.


Lakukan metode TANGKAL tersebut sedini mungkin untuk menghindarkan diri Anda dari kolesterol tinggi, penyakit jantung, hingga strok. Dan tentu saja, lakukan secara konsisten agar manfaatnya terasa untuk jangka panjang.

(klikDokter)


BERITA TERKAIT