Dianggap tidak Nurut kepada Orang Tua, Bapak ini Tega Tusuk Lidah Putrinya dengan Jarum | Berita Terbaru Hari ini

Close

Dianggap tidak Nurut kepada Orang Tua, Bapak ini Tega Tusuk Lidah Putrinya dengan Jarum

  • 2018-12-22 penulis : Fino
  • dibaca :3656
Dianggap tidak Nurut kepada Orang Tua, Bapak ini Tega Tusuk Lidah Putrinya dengan Jarum Hari Tajab, 30, warga Desa Lenggoksono Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang

MALANG – Kenakalan remaja putri masa kini acapkali membuat orang tua kehilangan kesabaran. Namun, apa yang dilakukan Hari Tajab, 30, warga Desa Lenggoksono Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang juga tak bisa dicontoh dan melanggar hukum.


Betapa tidak, saking marahnya, Hari kalap dan menusuk lidah putrinya, inisial FT, 16, dengan sebuah jarum. Tak hanya itu, tubuh anaknya juga dihantam dengan kayu, serta disundut api rokok. Aksi brutal ini kontan saja membuat warga Desa Lenggoksono geger. Mereka yang tidak tega melihat perlakuan kasar itu akhirnya melaporkan Hari Tajab ke Polsek Tirtoyudo.


Dari keterangan yang dihimpun, Hari mengaku kesal dengan tingkah remaja putrinya yang pecicilan.
“Saya kesal, karena anak saya selalu saja bermain, lupa pulang dan tak kenal waktu. Suka keluyuran tidak jelas, berangkat pagi pulang malam,” kata Hari Tajab kepada wartawan, di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang.


Karena sudah jengah dengan ulah si anak, Tajab kalap. Dia menganiaya putrinya sendiri dan disaksikan oleh warga desa. Dia dibekuk Polsek Tirtoyudo, lalu dikirim ke Unit PPA Satreskrim Polres Malang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Apapun alasannya, kekerasan terhadap anak di bawah umur, akan dijerat dengan UU Perlindungan Anak. Hal ini ditegaskan Kanit PPA Satreskrim Ipda Yulistiana Sri Iriana. Menurut Iriana, sejak kecil korban hidup bersama neneknya. Setelah berusia 10 tahun, dia baru hidup dengan orang tua kandungnya.


Namun, Tajab disebut sebagai ayah yang ringan tangan terhadap anaknya. “Motifnya sebenarnya sepele. Karena korban dianggap tidak nurut kepada orang tua. Sering keluar main, sehingga terjadi kekerasan fisik seperti itu. Bahkan, ibu korban tak bisa berbuat apa-apa ketika ayah korban marah,” jelas Iriana.


Saat ini, petugas masih mendalami keterangan dari Hari Tajab. Dengan tegasnya batas hukum terhadap kekerasan anak, Hari Tajab dipastikan terancam sanksi pidana


BERITA TERKAIT