Satreskrim Polsek Pakisaji Bekuk Pencuri Pengait Bantalan Rel Kereta

  • 2018-12-28
  • Editor :goly
  • dibaca :672
Satreskrim Polsek Pakisaji Bekuk Pencuri Pengait Bantalan Rel Kereta Mulyono warga Desa Genengan, saat d Polsek Pakisaji

MALANG - Mulyono (44) warga Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, harus berurusan dengan Satreskrim Polsek Pakisaji atas perbuatannya melakukan pencurian pengait bantalan rel kereta api. Hal itu dilakukan pelaku hampir setiap malam, dengan menghasilkan satu hingga dua kilogram, setelah kereta api terakhir melintas dan akan dijual kepada tukang rombeng, jika sudah terkumpul cukup banyak. Kini, pekerja serabutan itu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan mendekam di sel tahanan Polsek Pakisaji.


Dalam beroperasi mencuri pengait bantalan rel kereta api, dirinya melakukan penyisiran di sepanjang rel kereta yang melewati Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, dan saat mengetahui pengait yang sudah longgar, pasti akan dilepas.
Peralatan yang digunakan pelaku juga cukup simple, hanya dengan menggunakan batu besar saja dirinya bisa melakukan pencurian pengait bantalan yang sudah cukup longgar, dan untuk pengait yang masih kencang akan sulit dilakukan.


Dalam melakukan aksi tersebut, pelaku melakukan sendiri, setelah pekerjaan serabutan sedang sepi dan mengaku menjual kepada tukang rombeng keliling dengan harga Rp 2.500 per kilogram.


Bahkan, sekali melakukan penjualan besi hasil curian itu, pelaku terkadang mendapatkan hasil kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu dan uang tersebut bisa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


Menurut AKP Novian Widyantoro, Kapolsek Pakisaji menjelaskan, laporan Polsuska akan banyaknya bendrol yang hilang dari bantalan rel, petugas reskrim Polsek Pakisaji melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk pencuri dengan barang bukti yang ditemukan di rumahnya.
Diketahui, jika pengait bantalan rel kereta api banyak yang hilang, maka kecelakaan kereta api bisa terjadi dengan anjloknya gerbong yang membuat nyawa penumpang maupun masyarakat sekitar terancam.


Atas perbuatannya, pelaku pencurian dengan pemberatan itu, terancam dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukumannya hingga 7 tahun kurungan penjara.(end)

Berita Terkait