8 Tersangka Suap Proyek Air Minum Kementerian PUPR Ditahan KPK | Berita Terbaru Hari ini

Close

8 Tersangka Suap Proyek Air Minum Kementerian PUPR Ditahan KPK

8 Tersangka Suap Proyek Air Minum Kementerian PUPR Ditahan KPK Petugas memperlihatkan barang bukti terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap pejabat Kementrian PUPR di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (31/12).

JAKARTA - KPK menahan 8 orang tersangka dugaan suap terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017-2018. Delapan orang itu terdiri dari, 4 orang pejabat PUPR selaku penerima suap dan 4 petinggi PT Wijaya Kusuma Emindo dan PT Tashida Perkasa Sejahtera selaku pemberi suap. Mereka ditahan di rutan yang berbeda.


Sebagai penerima suap, adalah Anggiat Partunggul Simaremare selaku Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis Lampung yang ditahan di Rutan Guntur, Meina Woro Kustinah selaku PPK SPAM Katulampa yang ditahan di Polres Jakarta Selatan, Teuku Moch Nazar selaku Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat yang ditahan di Polres Jakarta Pusat, dan Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba 1 yang ditahan di Rutan Guntur.


Sedangkan pemberi suap, adalah Lily Sundarsih Wahyudi selaku Direktur PT Wijaya Kusuma Emindo yang ditahan di Rutan KPK K4, Budi Suharto selaku Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo yang ditahan di rutan KPK C1,  Irene Irma selaku Direktur PT Tashida Perkasa Sejahtera yang ditahan di Polda Metro Jaya dan Yuliana Enganita Dibyo selaku Direktur PT Tashida Perkasa Sejahtera yang ditahan di Polres Jakarta Selatan.


Pantauan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (30/12) pagi, Budi Suharto dan Lily Sundarsih keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 06.25 WIB. Mengenakan rompi oranye tahanan KPK, mereka enggan berkomentar terkait kasus ini. Hingga saat ini, baru ada dua tersangka yang keluar dari Gedung KPK.
"Mereka ditahan untuk 20 hari pertama," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati saat dihubungi, Minggu (30/12).


Diduga Budi Suharto dan Lily, beserta dua petinggi PT Tashida Perkasa Sejahterapara memberikan suap senilai Rp 3,6 miliar kepada 4 pejabat PUPR. Menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, keempat pejabat


BERITA TERKAIT