Longsor Sukabumi, 9 Orang Meninggal Sementara 34 Orang Belum Ditemukan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Longsor Sukabumi, 9 Orang Meninggal Sementara 34 Orang Belum Ditemukan

Longsor Sukabumi, 9 Orang Meninggal Sementara 34 Orang Belum Ditemukan Proses evakuasi secara manual di lokasi bencana longsor Sukabumi.

SUKABUMI - Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban longsor yang menimbun 30 unit rumah di Dusun Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Daerah ini terkena bencana longsor pada, Senin (31/12), pukul 17.30 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan korban longsor per 1 Januari mencapai 107 orang, dengan rincian 60 orang berhasil diselamatkan, 4 orang luka-luka, 9 orang meninggal dunia, dan 34 masih dalam proses pencarian.


"Jumlah korban longsor yang menimbun 30 rumah di di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi terus bertambah," ujar Sutopo dalam keterangannya, Senin (1/1).
"Dari 107 orang yang tertimbun longsor, 60 jiwa bisa diselamatkan, 4 orang luka-luka saat ini dirawat di RS Pelabuhan Ratu, 9 orang meninggal dunia, 34 orang dalam proses pencarian," imbuhnya.


Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap 38 orang korban yang diduga masih tertimbun longsor. Pencarian dilakukan secara manual karena alat berat sulit didatangkan di lokasi bencana. Tiga alat berat sudah disiapkan namun masih sulit masuk ke lokasi karena akses jalan yang sempit, berbukit dan medannya berat.


BPBD Kabupaten Sukabumi, BPBD Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial,  Dinas Kesehatan dan relawan memberikan bantuan logistik dan pelayanan kesehatan. Sutopo mengatakan, pencarian terpaksa dilakukan secara manual lantaran alat berat belum bisa didatangkan dikarenakan medan yang terjal.


"Tiga alat berat sudah disiapkan, namun masih sulit didatangkan ke lokasi karena akses jalan yang sempit dan berbukit. Kondisi jalan yang sempit menyebabkan bantuan, baik personil SAR, logistik, ambulan dan sebagainya terhambat kemacetan,"kata Sutopo.


Longsor di kampung Cimapag terjadi pada Senin (31/12/2018), sekitar pukul 17.30 WIB. Longsor disebabkan karena derasnya intensitas hujan sehingga menyebabkan tanah dari perbukitan


BERITA TERKAIT

close