Korban Longsor di Sukabumi Bertambah Jadi 15 Orang Meninggal, 20 Orang Masih dalam Pencarian

  • 2019-01-02
  • Editor :goly
  • dibaca :759
Korban Longsor di Sukabumi Bertambah Jadi 15 Orang Meninggal,  20 Orang Masih dalam Pencarian Basarnas beserta personil gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

SUKABUMI - Upaya pencarian korban longsor yang menimbun 30 rumah di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terpaksa dihentikan pada Selasa (1/1) pukul 14.00 WIB akibat hujan deras. Evakuasi dilanjutkan Rabu (2/1) pagi oleh tim SAR gabungan.


Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa mencatat sebanyak 32 kepala keluarga atau sekitar 101 jiwa terdampak timbunan longsor. Dari 101 jiwa yang tertimbun, tercatat 63 orang selamat, 3 orang luka-luka dan dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu.
"Update 15 orang meninggal dunia dan 20 orang masih dalam pencarian. Dua alat berat telah disiapkan, namun baru satu alat berat yang dapat masuk ke lokasi longsor," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.


Sutopo menjelaskan penundaan proses evakuasi dilakukan lantaran terdapat empat kali longsor susulan meski jumlah longsoran lebih kecil. Material tanah yang gembur dan rapuh cukup membahayakan tim SAR jika evakuasi dilanjutkan.
"Apalagi jika turun hujan. Daerah Cisolok merupakan zona bahaya longsor sedang dan tinggi," tutur Sutopo.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memperkirakan terdapat 33 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang masuk kategori longsor menengah hingga tinggi pada Januari 2019. Menurut Sutopo, zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan atau lereng.


"Kebutuhan mendesak saat ini adalah cangkul, sekop, sarung tangan latex, alat komunikasi, personel dan relawan untuk menangani dapur umum dan evakuasi, dan perbaikan jaringan listrik agar segera menyala kembali," tutup Sutopo.

 (*)

Berita Terkait