Dendam Turun Temurun, Tetangga Ditebas Caluk | Berita Terbaru Hari ini

Close

Dendam Turun Temurun, Tetangga Ditebas Caluk

  • 2019-01-03
  • dibaca :12920
Dendam Turun Temurun, Tetangga Ditebas Caluk korban Ahmad Yusuf ketika mendapat perawatan di RSUD Kepanjen dengan luka bacok di tangan kanan.

MALANG - Dendam membara mengantarkan Wadi, 55, warga Dusun Adiluwih Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran, harus meringkuk di rutan Mapolsek Pagelaran. Dia ditahan atas tuduhan penganiayaan. Korbannya adalah Ahmad Yusuf, 51, tetangganya.


Korban dibacok oleh tersangka menggunakan sebilah caluk. Akibatnya tangan kanannya mengalami luka robek sepanjang 10 sentimeter. Selain itu, tulang tangannya juga patah.
Sedangkan tersangka, sesaat setelah menganiaya lantas diamankan petugas.
"Tersangka kami tangkap di rumahnya setelah ada laporan dari keluarga korban," ujar Kapolsek Pagelaran, AKP Sumaryono.


Peristiwa penganiayaan terjadi pukul 10.00. Kejadiannya di depan warung kopi Dusun Adiluwih desa setempat. Saat kejadian, korban sedang menambal ban sepeda motor di depan warung kopi. Bersamaan dengan tambal ban itu, di dalam warung kopi ada tersangka. Saat itu tersangka Wadi sedang minum kopi setelah selesai membersihkan rumput di ladangnya. Melihat ada korban yang menjadi musuh bebuyutannya, muncul niatan tersangka untuk menganiaya.


Dengan menenteng sebilah caluk, tersangka langsung mendekati korban. Senjata tajam yang dipegangnya itu lantas diayunkan ke arah korban. Sabetan pertama berhasil dihindari korban. Namun sabetan kedua, korban tidak bisa menghindar. Senjata caluk itu melukai tangan kanannya. Karena luka robeknya cukup parah, darah segar pun bercucuran.


Melihat korban bersimbah darah Wadi lantas kabur. Sementara korban ditolong warga sekitar, dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Sedangkan keluarga korban yang tidak terima melaporkannya ke polisi.
"Berdasarkan laporan itulah, kami langsung mencari keberadaan korban. Dia kami tangkap di rumahnya beserta barang bukti," tuturnya.


Lantas apa motif penganiayaan? Dikatakan Sumaryono, penganiayaan tersebut karena dendam. Antara keluarga pelaku dan korban memiliki dendam yang turun temurun.
"Makanya begitu bertemu, langsung melakukan penganiayaan. Tersangka juga mengakui kalau dia menganiaya karena dendam dengan korban," paparnya.(agp)


BERITA TERKAIT

close