Pemuda Pakis Setubuhi Anak Tetangga

Pemuda Pakis Setubuhi Anak Tetangga Tersangka Billy R Saputro ketika dimintai keterangan petugas UPPA Polres Malang.

MALANG - Billy R Saputro, 20, pemuda asal Perum Permata Asri Pakis,Kabupaten Malang, sejak awal tahun harus meringkuk di rutan Mapolres Malang. Billy ditahan karena kasus asusila. Ia menyetubuhi Bunga (nama samaran, red), 17, tetangganya.


"Tersangka kami tangkap di rumahnya. Penangkapannya setelah ada laporan dari orang tua korban," ujar Kanit UPPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.


Menurut pengakuan tersangka ketika diperiksa, hubungannya dengan Bunga adalah sepasang kekasih. Keduanya menjalin asmara selama hampir dua tahun. Selama berpacaran mereka sembunyi-sembunyi, karena korban masih berstatus pelajar SMA.
"Kami komunikasinya lewat telepon. Ketemuannya pun juga sembunyi-sembunyi," ucap tersangka Billy.


Selama pacaran itu, tersangka mengaku sudah melakukan hubungan suami istri sebanyak empat kali. Selain di rumahnya serta rumah korban, juga dilakukan di home stay.
"Hubungan intim tersebut, kami lakukan atas dasar suka sama suka. Saya menjanjikan akan menikahinya," tuturnya.


Terakhir melakukan hubungan suami istri, pada bulan Desember 2018 lalu. Mereka melakukannya di home stay Kota Malang. Alasannya, karena saat itu korban yang tidak mau pulang.


Terbongkarnya perbuatan asusila, berawal ketika korban berselisih paham dengan orang tuanya. Bunga mengajak tersangka pergi dari rumah. Kemudian oleh tersangka diajak pergi dan bermalam ke home stay.


Hanya semalam saja, kemudian oleh tersangka korban diantarkan ke rumah temannya di wilayah Kecamatan Sukun. Orang tua Bunga yang mencari akhirnya menemukan korban. Saat ditanya tentang hubungannya dengan tersangka, korban mengakui sudah melakukan persetubuhan layaknya suami istri.


Mungkin karena tidak terima dengan perbuatan asusila tersebut, orang tua Bunga lantas melaporkannya ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Berdasarkan laporan itulah, akhirnya polisi menangkap Billy.


"Sebelumnya saya memang mau bertanggungjawab menikahinya. Namun setelah dipenjarakan seperti ini, ya akan berpikir ulang," papar tersangka yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Surabaya

Berita Terkait