Direktur Avokasi BPN Menduga Relawan Terlalu Bersemangat hingga Membuat Hoaks | Berita Terbaru Hari ini

Close

Direktur Avokasi BPN Menduga Relawan Terlalu Bersemangat hingga Membuat Hoaks

  • 2019-01-09 penulis : junaedi
  • dibaca :984
Direktur Avokasi BPN Menduga Relawan Terlalu Bersemangat hingga Membuat Hoaks ilustrasi.(dok.liputan6)

JAKARTA - Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad menduga Bagus Bawana Putra terlalu bersemangat bekerja sebagai relawan sehingga melakukan tindakan di luar batas.

Kepolisian sebelumnya menangkap Ketua Umum Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Presiden Bagus Bawana Putra atas dugaan pembuatan hoaks tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos jelang pilpres 2019.

"Bahwa tadinya mendukung lalu sekarang ada begini, mungkin karena terlalu semangat," tutur Dasco seperti ditulis cnn-indonesia.com, Rabu (9/1).

Meski begitu, Dasco memastikan Dewan Kornas Prabowo Presiden bukan kelompok relawan binaan dan tidak resmi terdaftar di BPN Prabowo-Sandi. 

"Itu sudah kami cek tidak terdaftar," ujar Dasco.

Dasco belum mau menyebut BPN dan khususnya Prabowo menjadi pihak yang dirugikan atas tindakan Bagus. Terutama ketika Bagus mengaku sebagai relawan Prabowo tetapi justru diduga terlibat dalam pembuatan hoaks dan ditangkap kepolisian.

"Ya nanti kita kaji dulu lah," ucap Dasco.

Bagus ditangkap petugas di Bekasi pada Senin lalu (7/1). Dia diduga terlibat dalam pembuatan hoaks tujuh kontainer berisi surat suara yang telah tercoblos kolom pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Ikhwal penangkapan itu, juga dikonfirmasi Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Tanpa merinci identitas tersangkanya, pihaknya telah menangkap seseorang yang diduga pembuat hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos.

Dedi hanya menyebut sosok yang ditangkap berinisial B. Selanjutnya, dia mengatakan kepolisian bakal memberikan informasi lebih rinci melalui konferensi pers pada Rabu (9/1).(cnn-indonesia)


BERITA TERKAIT

close