Diberi Jabatan Kepala Gudang Malah Menggelapkan Barang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Diberi Jabatan Kepala Gudang Malah Menggelapkan Barang

Diberi Jabatan Kepala Gudang Malah Menggelapkan Barang Tersangka Arif Setiawan ketieka digelandang petugas Polres Malang,(agung)

MALANG - Satreskrim Polres Malang, menangkap seorang Kepala Gudang PT. Benteng Persada Multindo, Jalan Losawi, Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang, Kamis (10/1).

Tersangka adalah Arif Setiawan, 36. Ia segera dijebloskan ke sel tahanan karena kasus penggelapan dalam jabatannya. Warga Perum City Side, Lowokdoro, Malang ini dituduh menggelapkan barang milik perusahaan di tempatnya bekerja, senilai Rp 190 juta.

"Tersangka kami tahan, setelah pemanggilan sebagai saksi. Begitu barang bukti mencukupi, langsung kami lakukan penahanan," kata Kanit Idik III Satreskrim Polres Malang, Ipda Afrizal Akbar Haris.

Tersangka ini bekerja di PT. Benteng Persada Multindo, sudah cukup lama. Di perusahaan yang bergerak dalam penjualan bumbu masakan ini, tersangka dipercaya sebagai kepala gudang. Keluar masuknya barang di gudang menjadi tanggungjawabnya.

Namun kepercayaan itu malah dimanfaatkan untuk berbuat tindak kriminal. Ia menggelapkan barang di dalam gudang. Perbuatannya dilakukan sejak tahun 2013 lalu sampai sekarang.

Modusnya, mengeluarkan bumbu masakan dalam kemasan kardus dan dijual kepada pedagang di Pasar Tradisional. Satu karton (kardus) dijual dengan harga Rp 780 ribu.

"Tersangka bekerjasama dengan sales. Saat ini, kasusnya masih kami kembangkan," ujar Afrizal.

Terungkapnya kasus penggelapan ini, bermula dari pengaduan seorang konsumen ke perusahaan. Konsumen mengadu karena kardus yang dibeli tidak berisi bumbu masakan, melainkan lipatan kardus bekas.

Dari situlah perusahaan melakukan audit dan pengecekan. Alhasil, di dalam gudang juga ditemukan kardus yang sama. Merasa dirugikan, perusahaan melaporkannya ke polisi.

"Berdasarkan laporan itulah, kami langsung menyelidiki. Begitu kami periksa tersangka mengakui perbuatannya. Dia kami jerat pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara," tegasnya.(agp)


BERITA TERKAIT