Berobat ke Puskesmas Seorang Pelajar Melahirkan di Kloset | Berita Terbaru Hari ini

Close

Berobat ke Puskesmas Seorang Pelajar Melahirkan di Kloset

  • 2019-01-11 penulis : junaedi
  • dibaca :4698
Berobat ke Puskesmas Seorang Pelajar Melahirkan di Kloset ilustrasi bayi dilahirkan di kloset(ist)

TULUNGAGUNG - Seorang pelajar melahirkan bayi yang dikandungnya di dalam kloset Puskesmas Kauman, Tulungagung. Akibatnya bayi malang itu tewas dengan kelapa masuks sebagian ke dalam kakus.

Menurut Kasubbag Humas Polres Tulungagung, AKP Sumaji, peristiwa tersebut terjadi di toilet Puskesmas Kauman Jalan Soekarno-Hatta nomor 2 Tulungagung, Kamis (10/1) malam. Petugas puskesmas sempat memberikan pertolongan namun tidak berhasil, karena bayi terjepit lubang kloset.

"Peristiwa berawal saat ibunya yang masih berusia 16 tahun diantar orang tuanya ke puskesmas karena mengeluh sakit perut hingga nyeri pinggang. Saat itu petugas Puskesmas meminta ibu bayi untuk istirahat untuk menunggu observasi," kata Sumaji, Jumat (11/1).

Saat proses menunggu, tanpa sepengetahuan petugas piket Puskesmas, pelajar berinisial E itu menuju ke kamar mandi puskesmas. Saat berada di kamar mandi itulah E melahirkan. 

Petugas puskesmas baru mengetahui setelah ibu E melaporkan kejadian itu dan meminta tolong ke tenaga medis.

"Saat ibu dari E memberitahu petugas Puskesmas Kauman, anaknya sudah melahirkan di kamar mandi, sedangkan posisi bayi separuh badannya masuk ke dalam kloset," terangnya.

Sejumlah petugas piket Puskesmas berusaha membantu menyelamatkan bayi dengan memegang bagian tubuhnya agar tidak masuk seluruhnya ke dalam kloset. Saat akan dilakukan evakuasi tubuh bayi tidak bisa diangkat lantaran tersangkut lubang kloset.

Untuk mengevakusinya kata Sumaji, petugas sampai harus membongkar kloset, namun naas nyawa bayi malang yang baru dilahirkan tidak bisa tertolong. Polisi menduga telah terjadi tindak pidana kekerasan pada anak sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.

"Korban saat ini kami bawa ke RSUD rencananya nanti akan dilakukan autopsi. Dugaan sementara memang ada unsur kekerasan, namun kita harus menunggu proses penyelidikan dan penyidikan," imbuhnya.


BERITA TERKAIT

close