Penadah Motor Curian Ditangkap Lakok Menangis | Berita Terbaru Hari ini

Close

Penadah Motor Curian Ditangkap Lakok Menangis

Penadah Motor Curian Ditangkap Lakok Menangis Dua tersangka penadah motor hasil curian ketika dimintai keterangan polisi.(agung)

MALANG - Unit Reskrim Polsek Turen menangkap dua penadah motor hasil curian. Mereka adalah Hendri Purwanto, 32, warga Dusun Bantur Timur, dan Lukman, 31, warga Dusun Jubel, Desa/Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.. 

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti satu unit motor Suzuki Satria FU, B 6718 SLV. Keduanya ditangkap di tempat berbeda Jumat malam (11/1).

“Tersangka Hendri yang kami tangkap lebih dulu, setelah itu tersangka Lukman,” jelas Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Hari Eko Utomo, Sabtu (12/1).

Menurutnya, Hendri dan Lukman ini menjadi penadah motor milik Leny Avida, 42, warga Jalan Anggrek Putih, Desa Sawahan, Turen.

Motor itu hilang dicuri pada 29 November 2018 lalu. Pelaku mencuri motor merusak gembok pagar dan menggondol motor korban yang diparkir di halaman belakang. Saat kejadian rumah dalam kondisi kosong.

Penangkapan tersangka itu berawal dari media sosial Facebook (FB). Polisi mencurigai ada motor bodong tanpa dilengkapi surat, ditawarkan secara online oleh Hendri. Petugas yang curiga,  segera memancing dengan berpura-pura sebagai pembeli.

Kecurigaan polisi itu didukung pula motor yang ditawarkan memiliki ciri-cirinya sama dengan motor milik Leny Avida, yang hilang dicuri. 

Setelah transaksi disepakati, petugas janjian dengan tersangka. Saat Hendri datang membawa motor, polisi langsung menangkapnya.

“Tersangka menawarkan motor itu seharga Rp 2,5 juta lewat online. Setelah kami amankan, ternyata benar motor milik korban yang hilang dicuri,” terang mantan KBO Satreskrim Polres Malang ini.

Saat pemeriksaan, Hendri mengaku motor itu dibeli dari Lukman seharga Rp 1,7 juta. “Saya membeli motor pada Lukman seharga Rp 1,7 juta. Katanya surat-suratnya sedang ketlisut,” katanya beralibi.

Begitu mengetahui motor bodong dan nomor mesin telah dihilangkan, Hendri mengaku ketakutan. Kemudian ia mencoba menjual motor lewat online. Namun upayanya malah membuatnya meringkuk dalam tahanan. 

“Saya menyesal. Kasihan istri dan anak-anak," ujarnya sambil menangis.


BERITA TERKAIT

close