Jaringan Pengedar Ganja, Sabu dan Pil Koplo Kota Malang Diringkus

  • 2019-01-12 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1785
Jaringan Pengedar Ganja, Sabu dan Pil Koplo Kota Malang Diringkus Tersangka Khoerul Anam alias Bonot dan barang bukti ganja, sabu dan pil koplo.(ist)

MALANG – Satuan Reserse Narkoba Polres Malang Kota (Makota) membungkar jaringan penjual narkotika jenis ganja, sabu dan pil koplo. Tiga orang ditangkapnya mereka adalah Khoerul Anam alias Bonot, 29, Ahmad Rudianto alias Picis dan Nur Kolik.

Ketiga terangka ini ditangkap di tempat terpisah dengan sejumlah barang buktinya.

Menurut Kasatresnarkoba Polres Makota, AKP Syamsul Hidayat, Bonot ditangkap lebih dulu, 6 Januari 2019 lalu di rumahnya di  Dusun Krajan Asrikaton Pakis, Kabupaten Malang,


Setelah dalam pengembangan kasusnya, ditangkap juga Ahmad Rudianto alias Picis. 

“Kami mengamankan Picis yang pengedar ganja, dengan barang bukti 77 gram ganja dan sabu 0,31 gram,” kata Syamsul Hidayat, Sabtu (12/1).

Dalam pemeriksaannya,  Picis, didapati pengakuan mendapatkan sabu dari Bonot.

“Dia (Picis) terancam pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun,” terang Syamsul.

Sedangkan Bonot, selain menjaringnya dengan pasal narkoba, Satresnarkoba juga menggandakan pasal yang disangkakan kepada pengedar ini. Pasalnya ia juga menjual obat keras berbahaya alias berbaya, yakti pil dobel L. 

Bonot menjual pil koplo dobel L sebanyak 6 ribu butir pil kepada Nur Kolik.

Saat mengamankan Bonot  polisi juga mendapati 13 bungkus plastik berisi masing-masing 1000 butir. Sehingga, total pil dobel L dalam penguasaan Bonot adalah 13 ribu butir. 

Barang-barang ini disimpan dalam satu kaleng plastik bekas cat, serta satu tas plastik toko modern.

Dalam kasus ini, petugas menjerat Bonot dengan pasal 197, sub pasal 196, sub pasal 198 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. 

“Proses pengembangan terus dilakukan, tujuannya untuk membongkar lebih dalam lagi mata rantai jaringan narkotika

Berita Terkait