Penjual Sabu Ditangkap, Pelanggannya Ternyata Seorang ASN Dishub Kota Malang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Penjual Sabu Ditangkap, Pelanggannya Ternyata Seorang ASN Dishub Kota Malang

  • 2019-01-15 penulis : Fino
  • dibaca :2328
Penjual Sabu Ditangkap, Pelanggannya Ternyata Seorang ASN Dishub Kota Malang Tersangka oknum ASN saat ditanyai Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.(ipunk)

MALANG – Seorang oknum ASN Dishub Kota Malang, ditangkap Satresnarkoba Polres Makota. Tersangka adalah Yono W, 37, warga Jalan S Supriadi, Gang Lestari, Kota Malang.

Saat ditangkap, polisi juga mendapati barang bukti sebungkus plastik klip kecil berisi sabu seberat 0,57 gram.

Diperoleh keterangan, terungkapnya oknum ASN ini pula pengguna sabu setelah petugas menangkan pengedar sabu, Gogon, 31, warga Jalan Ki Ageng Gribig X Kelurahan Madyopuro Kedungkandang.

Menurut Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, penangkapan berawal dari informasi tentang adanya transaksi narkotika yang melibatkan oknum ASN.

Tepatnya pada 10 Januari 2019 lalu, petugas langsung melakukan penyelidikan. Setelahnya petugas mendatangi rumah tersangka.

“Petugas mendatangi kediaman tersangka inisial YW, dan menemukan bukti sabu-sabu dari sakunya,” kata Asfuri kepada wartawan dalam rilis di Polres Makota Jalan JA Suprapto, Selasa (15/1). 

Dari penangkapan ini, akhirnya terungkap oknum ASN yang menjadi pelanggan Gogon. 

Dari penyergapan Gogon polisi juga mendapatkan barang bukti.
Antara lain tiga bungkus plastik klip kecil berisi sabu seberat 4,42 gram, satu bungkus plastik kecil berisi ganja seberat 5,92 gram, Hape yang digunakan untuk transaksi, satu sendok plastik kecil, 11 plastik klip kecil dan satu timbangan elektronik. 

Sedangkan pengakuan Yono, selama ini ia mendapatkan sabu dari Gogon, lewat WhatsApp. Setelah menyepakati harganya Rp 650 ribu, Gogon mengantarkan barang haram itu ke rumah Yono.


Akibat perbuatan itu Yono terancam pasal 112 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 4 tahun minimal dan maksimal 12 tahun. 

Sedangkan Gogon terancam minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, karena diduga melanggar pasal 114 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009. Kepada wartawan, dia mengaku satu bulan sekali membeli sabu.(fin/lim)


BERITA TERKAIT